Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2009

ulangi sholatmu!

Rasulullah shallallahu alaihi wasallah berkata, "Dijadikan penyejuk jiwaku ada dalam sholat”
(H.R Ahmad dan AnNasaa’i, dishohihkan oleh Syaikh AlAlbaany)

sudahkah kita menjadikan sholat sebagai sarana penyejuk jiwa, penjernih kalbu, pelapang dada, penghilang kesedihan dan yang mampu mendatangkan ketenangan batin. ataukah justru 'duit thr, peruntungan niaga, rumah megah, mobil mewah, dan segala perhiasan dunia lainnya?

semoga, dengan "nyaris" berakhirnya bulan ramadhan tahun ini, membuat kita semakin siap menyongsong 'kembali menjadi fitri - fitrah- kembali. siap dengan syawwal sebagai bulan peningkatan terutama 'sholat inside'nya.
lantas, bagaimanakah yang menjadikan seperti itu?

Dari Abu Hurairah :
bahwasanya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam masjid, kemudian masuk pula seorang laki-laki,
kemudian laki-laki itu melakukan sholat kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam.
Nabi menjawab salam tersebut kemudian mengatakan kepadanya :
‘Kembalilah ulangi sholat, karena sesungguhnya engkau belum sholat’.

Maka kemudian laki-laki itu mengulangi sholat sebagaimana sholatnya sebelumnya,
kemudian ia mendatangi Nabi dan mengucapkan salam, kemudian Nabi mengatakan :
‘Kembali ulangilah sholat karena engkau belum sholat ‘ (Hal ini berulang 3 kali).

Maka kemudian laki-laki itu mengatakan :
‘Demi Yang Mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan lebih baik dari sholatku tadi, maka ajarilah aku’.

Rasul bersabda :’Jika engkau berdiri untuk sholat, bertakbirlah, kemudian bacalah yang mudah bagimu dari Al-Qur’an, kemudian ruku’lah sampai engkau thuma’ninah dalam ruku’,kemudian bangkitlah dari ruku’ sampai engkau thuma’ninah beri’tidal, kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud, kemudian bangkitlah dari sujud sampai engkau thuma’ninah dalam sujud,kemudian sujudlah sampai engkau thuma’ninah dalam sujud,kemudian bangkitlah sampai engkau thuma’ninah dalam duduk, dan lakukanlah hal yang demikian ini pada seluruh sholatmu “
(H.R Al-Bukhari-Muslim)

selamat hari raya iedul fitri, mohon maaf lahir bathin.
ups, udah berapa kali ya gue ngucapin ini? kalau gitu diganti aja dech... "selamat bermudik ria - bagi yang punya kampung" untuk yang kampungnya udah digusur "kasihan dech loe he..he.he.."

Jumat, 24 Juli 2009

cukup israel saja

boleh baca cerita 'sekelumit perjalanan menuju badr' berikut ini. pesen saya, jangan baca sampai akhir, atau, anda akan terjangkiti semangat tebar dakwah. waspadalah... waspadalah...!


Dengan kekuatan 317 orang, terdiri dari 86 muhajirin, 61 dari suku aus dan 170 dari suku khazraj, rasulullah berangkat ke kancah perang badr. Kuda hanya dua ekor, seekor milik az zubair bin al-awwan dan satu lagi milik al-miqdad bin al-aswad al-kindi. Sedangkan onta 70 ekor, satu ekor dinaiki dua atau tiga orang. Sementara rasulullah shallallahu alaihi wa sallam naik seekor onta bersama ali bin abu thalib dan martsad bin abu marstsad al-ghanaw.

Bandingkan dengan kekuatan lawan…

Kafir quraish makkah, berkekuatan 1300 orang pada awal mulanya. Tetapi, 300 orang mundur kembali ke makkah. Komandan tertinggi dipegang abu jahal bin hisyam. Mereka memiliki 100 ekor kuda, 600 baju besi dan onta yang tak terkira jumlahnya. Dalam sehari mereka menyembelih 9 sampai 10 ekor onta untuk makan. mereka pesta pora, minum arak, biduanita berlenggak-lenggok menemani, selama perjalanan ketika istirahat. merka angkuh dan sombong karena udah pasti yakin dapat melibas tentara muslimin. (huh! belum tahu dia.)

Belum lagi keragu-raguan dihati kaum muslimin ketika itu sebagaimana di rekam oleh alquran…

“sebagaimana rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya, mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).” Qs al-anfal 5-6

Para komandan pasukan, seperti abu bakar dan umar bin al-khaththab, sama sekali tidak kendor semangatnya dan maju terus. Kemudian al-miqdad bin amr berdiri seraya berkata, “wahai rasulullah majulah terus seperti diperlihatkan allah kepada engkau. Kami akan bersama engkau. Demi allah, kami tidak akan berkata kepada engkau sebagimana bani Israel yang berkata kepada musa. ‘pergi engkau sendiri bersama rabb-mu lalau berperanglah kalian berdua. Sesungguhnya kami ingin duduk menanti di sini saja’. Tetapi pergilah engkau bersma rabb-mu lalu berperanglah kalian berdua, dan sesungguhnya kami akan berperang bersama kalian berdua. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, andaikata engkau pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, maka kami pun asiap bertempur bersama engkau hingga engkau bisa mencapai tempat itu.”

“bagus,” sabda rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sembari mendoakan kebaikan bagi al-miqdad.

Itulah pendapat yang disampaikan tiga komandan pasukan dari muhajirin. Padahal jumlah mereka lebih sedikit. Maka rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ingin mendengar pendapat para komandan anshar. Sebab mereka adalah jumlah mayoritas dalam pasukan. Terlebih lagi, beban peperangan pasti akan membenai pundak mereka. Sementara klausul baiat aqabah tidak mengharuskan mereka ikut dalam peperangan di luar perkampungan mereka.

Maka mendengar pendapat tiga komandan muhajirin itu, beliau bersabda kepada mereka, “berilah aku masukan wahai semua orang!” di dalam hati, beliau mengarahkan sabdanya ini kepada anshar.

Maksud hati beliau ini dapat ditangkap komandan anshar dan sekaligus pembawa benderanya, yaitu sa’d bin mua’dz. Dia pun berkata, “demi allah, sepertinya yang engkau maksudkan adalah kami wahai rasulullah.”

“begitulah,” jawaban beliau.

Sa’d berkata, “kami sudah beriman kepada engkau. Kami sudah membenarkan engkau. Kami sudah bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran. Kami sudah memberikan sumpah dan janji kami untuk patuh dan taat. Maka majulah terus wahai rasulullah seperti engkau kehendaki. Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, andaikata engkau bersama kami terhalang lautan lalu engkau terjun ke dalam lautan itu, kami pun akan terjun bersama engkau. Tak seorang pun diantara kami yang akan mundur. Kami senang jika besok engkau berhadapan dengan musih bersama kami. Sesungguhnya kami deikenal orang-orang yang sabar dalam peperangan dan jujur dalam pertempuran. Semoga allah memperlihatkan kepadamu tentang diri kami, apa yang engkau senangi. Maka majulah bersama kami dengan barakah allah.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merasa gembira dengan apa yagn dikatakan sa’d dan semangatnya yang menggebu-gebu. Maka beliau bersabda, “majulah kalian dan terimalah kabar gembira, karena allah telah menjanjikan salah satu dari dua pihak kepadaku. Demi allah, seakan-akan saat ini aku bisa melihat tempat kematian mereka.”

Semangat apakah tersirat dari cerita ini?

Balighu’anni walau ayah, “sampaikan dariku walaupun satu ayat”, kata rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Kalau tidak sanggup sendirian, berkomunitas-lah. Berkoloni. Bergabung sesama muslim seaqidah. Sebar dan tebar sebanyak mungkin risalah kebenaran. Se-rupiah harta darimu akan sangat besar artinya jiga bergabung dengan seribu orang.

Umat nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah umat pilihan. Umat yang mendapat jaminan dan perhatian begitu tulus dari nabinya. Dan, semoga anda termasuk kategori masuk dalam golongan umat beliau.

Cukuplah Israel saja yang bilang pada nabinya “pergi engkau sendiri bersama rabb-mu lalu berperanglah kalian berdua. Sesungguhnya kami ingin duduk menanti di sini saja “

jadi, sudahkah menebarkan 'satu ayat' hari ini?

Kamis, 02 Juli 2009

sombong

"sebenarnya allah itu dekat, hanya saja manusia teramat sombong. jadi tidak bisa mengenal allah. semakin sombong semakin tertutup penglihatan"

Senin, 29 Juni 2009

munajat

Title Do'a
From Ust.Yusuf Mansur
Date/Time Sent 2009-06-26 /02:19


Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.

Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.

Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.

Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.

Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.

Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah.

Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.

Yth, peserta kuliah online, saya mohon do'a ini disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas facebook, posting di blog dan lain sebagainya. Terima kasih.

ya allah, duhai dzat yang maha lembut.lembutkan hati hamba, lembutkan hati istri hamba, lembutkan hati anak-anak hamba, lembutkan hati kedua orang tua hamba, lembutkan hati para orang tua hamba, lembutkan hati saudara-saudara hamba, lembutkan hati hati orang-orang disekitar hamba,lembutkan hati orang-orang yang berurusan dengan hamba, lembutkan hati orang-orang yang membuat urusan dengan hamba.

sesungguhnya, tiada daya dan kekuatan kecuali dari engkau ya allah. jika bukan engkau yang melembutkan hati kami, kemana hendak kami memohon kelembutan. jika tidak engkau lembutkan hati kami, niscaya segala penyakit hati akan semakin bertaburan di hati kami, iri dengki, hasad, dendam, semakin hina-lah kami, semakin tak berharga-lah kami.

tanpa kehendak dan karunia-mu ya ilahi rabbi, semakin mengeraslah hati kami, semakin buta bisu tuli hati kami. kesesatan demi kesesatan akan semakin menjerumuskan kami. ya allah, betapa terpuruknya kami. ya rabb, sesungguhnya, selama ini kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. ampuni kami ya rabb.

amin.

Kamis, 25 Juni 2009

pertanda orang mau mati

Catatan : Tulisan ini kami kutip dari situs http://www.tranungkite.net/. Malaysia; materi ceramah oleh Ustad Abdullah Mahmud, dalam suatu kursus di Kuala Lumpur.

Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.

Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.

Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah / silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM

Rabu, 03 Juni 2009

capek - catatan pendek

Allah bisa masuk lewat pintu manasaja, jangan sampai harus nunggu lewat kesusahan. kehilangan. bencana. justru berbahagialah dengan banyak-banyak bersyukur agar semakin ditambah nikmat padamu. bersyukurlah jika Allah masuk lewat pintu kekayaan. bersabarlah jika sebaliknya.

dengan masalah mungkin kita bisa ingat kepada Allah. cuma, begitu masalah diangkat, lantas diberi kemudahan, kemudahan, kemudahan, eh, justru malah semakin lupa. pantas aja kalau disebut dalam alquran "qoliilan ma tasykurun - sedikit sekali kamu bersyukur".

orang yang biasa bangun dipenghujung malam biasanya ada tiga hal : karena masalah, karena bersyukur (lantaran sehat misalnya), dan, karena pengin semakin deket sama allah. ada di level mana anda?

Senin, 25 Mei 2009

diambang sadar

sedikit share, kemarin (ahad/24) saya menghadiri tablig akbar dari sekumpulan manusia dibilangan lippo cikarang. masjidnya cukup besar, rapi, bersih, dan tertata rapi.

perkiraan saya mah, lebih 2000 orang. saya merasa sangat kecil bener diantara orang-orang itu. pembicara seorang syekh, entah dari mana dan siapa, saya sendiri gak begitu paham. dan, ini, saya 'terperosok alias nyasar' ketempat seperti ini gara-gara nganterin istri. "ibu merasa sangat butuh ilmu. bukan sembarang ilmu yang hanya semakin bikin hati was-was dan semakin gelisah. tapi, ilmu yang membuat hati tenteram. ibu pengin sering sering kumpul sama orang-orang yang tawadlu'"

mantab bener man. saya bersyukur banget denger penuturan istri. dan, begitu nyampai di sono tuch, isinya orang-orang yang memiliki pandangan 'berisi' hampir semua. kenal tidak kenal, ketemu saling tersenyum. ada perniagaan juga disana. dan, tak jarang dari speaker tanda peringatan 'barang siapa yang menjual dua harga dalam satu pembelian, maka, itu temasuk kategori riba', kata pesan itu. jadi, apa (barang) yang dijual disana dari mulai buku, baju, minuman, makanan, apapun dah pokoknya, harganya 'sangat wajar' semua.

jadi teringat aja kalau berkunjung ke ancol, "pop mie ayam bawang satu", pesenku. giliran tiba saat pembayaran, harganya telah berlipat lebih dari dua kali. sangat kontras sekali.

satu materi bener-bener mengena dan terus mengiang di dada ini, ketika si pembicara bilang, "dunia ini terlaknat segala isinya, kecuali tiga perkara", katanya.

"satu. dzikrullah, dalam artian luas. dua. yang serupa dengannya dalam rangka taat kepada allah. sebagaimana engkau berangkat pagi buta pulang hari udah gelap untuk mencari nafkah buat keluarga. ketiga. orang alim atau terpelajar yang mengajarkan ilmunya, menyerukan pada jahiliyah yang tidak kenal allah kepada menyembah allah", lanjut syekh itu.

itu baru satu catatan ringan yang sempat aku goreskan di kertas kecil. di dalam forum itu, nyaris semua peserta tablig membawa alat tulis. kitab alquran. dan satu lagi yang membuat aku tercengan ialah, tidak satupun orang merokok. bersih dari asap. tidak ada yang bicara tanpa guna. semua menyimak dengan khusyu'. hingga akhirnya acara berakhir dengan jamaah dhuhur. saya sangat keculitan duduk tasyahud saking berdesak-desak.

satu lagi membuat aku mengelus dada, 'bener-bener aku merasa terhina berada ditengah-tengah mereka, 75% yang hadir masih muda (dalam artian, jauh dibawah usiaku. banyak juga yang masih bujang. namun, lebih banyak lagi keluarga baru dengan baru satu atau dua anak bayi dalam gendongan ibunya. hal ini saya ketahui ketika bubar, karena tempat mereka (cowok dan cewek, atau ikhwan dan akhwat, atau abi dan ummahat, terpisah)

bab pembahasan sih, soal keutamaan mencari ilmu. boleh juga dah, saya tularkan disini sebuah hadits, "tidak ada orang yang melangkahkan kaki untuk menghadiri majelis ilmu di satu rumah dari rumah-rumah allah (masjid) kecuali diberikan sakinah hingga akhirnya, diberikan lezatnya ilmu. yaitu bagi mereka yang membaca kitabullah dan me-dirosahkannya.

sakinah disini dikaruniai ketenangan, ketentraman, kebahagiaan, kedamaian, diliputi rahmah allah, dikelilingi malaikat yang berjalan di muka bumi dengan mengembangkan sayapnya. dan yang tertinggi dari itu ialah, allah memuliakan mereka dengan menyebut nama mereka dihadapan para makhluknya.

tapi, ada syaratnya. nah, apa saja tuch syaratnya. temen-temen pasti jauh lebih paham ketimbang saya. tul kan?

mengingat catatan saya masih amburadul dan belum sempat saya rapikan, saya belum bisa menuliskan secara terperinci disini.

sebagai penutup dari tabligh itu, satu pesan yang didengunkan berulang kali dari si syekh tersebut ialah "ilmu dunia semakin bertambah, bertambah, bertambah sampai semakin terbuka rahasia allah yang dulu-dulunya belum tersingkap. contoh saja handphone. teknologi. banyak kemutakhiran yang semakin mudah dicerna oleh akal manusia. sedangkan ilmu 'dien' semakin berkurang, berkurang, berkurang, hingga akhirnya lenyap. itulah pertanda kiamat semakin dekat. hingga akhirnya, semakin nampak nyata segala kejahil-an. diminumnya khamr secara terang-terangan. dan dinampakkannya per-zina-an"


hmmm, kembali aku hanya bisa mengusap janggut yang tak seberapa panjang ini. sambil mata menerawang atas kelakuan dimasa lalu. atas kualitas ibadahku selama ini.

Rabu, 20 Mei 2009

Sapi Melenguh, Kamu Mengeluh, sama-sama 'Uh!'

Bekerja yang sesungguhnya adalah tidak bekerja. Nah loh, bingung kan?

Ketika engkau berdiam diri, tanpa ada aktifitas kau jalani, tak ada sesuatu menemani, itulah saat energimu terkuras habis. Engkau merasakan capek dan letih tak terkira. Urat terasa kaku, persendian ngilu. Kalori menumpuk yang seharusnya kau salurkan, bertarung antar diri di dalam tubuhmu. Cuma satu manusia butuhkan, ‘recycling’. Perputaran.

Itulah sebabnya, ketika manusia mendapati kelimpahan materi tanpa melalui perjuangan dan mengeluarkan energi, bukan nikmat ia dapat. Sebaliknya, bisa jadi laknat yang justru melekat.

Pernah dengar kabar tentang seorang pria baik-baik menjadi pembunuh dadakan? Justru, ketka ia barusaja menandatangani selembar deposit senilai 1,5 milyar di hadapan notaris. Warisan orang tua. “Kau hanya anak pungut, tak berhak mendapat bagian!”, tandasnya.

Illustrasi,

Perjalanan menuju dan pulang kantor memakan waktu satu jam setengah diatas kereta. Dan, aku cukup bersyukur bahwa buku adalah teman terbaikku. Begitu kaki melangkah pintu, jiwaku beralih ke buku. Tak kuhiraukan lagi segala kondisi –pengab, panas, gerah, berdesakan, berdiri dengan satu kaki, bergelayutan. Asal bisa nyari tempat strategis aja- sekitar. Terkadang kereta ditahan karena sebab tak pasti. Aku tetap tak peduli. Dan, ketika aku harus turun karena memang sudah sampai tujuan, aku merasakan keluar pintu sebagaimana aku keluar kamar tidur.

Beda lagi dengan orang lain disebelahku. Ia mengumpat sejadi-jadinya atas keterlambatan, kepenatan, nge-goblog-in masinis atau petugas kereta, dan masih banyak lagi. Pake teriak-teriak dan mengganggu orang disekitarnya pula. “Gila nih PJKA. Makin gak becus aja kerja!”, tangan terkepal, meninju dinding yang jelas terbuat dari lempengan baja. “Brang!”, semua mata pun menoleh.

Kepenatan dan keletihan bahkan capek luar biasa, justru akan diderita oleh orang kedua ketimbang saya. Padahal, aku justru beraktifitas, yaitu membaca. Sesekali menulis beberapa coretan setelah dapat giliran duduk, atau ada penumpang turun. Sementara orang itu, hanya diam. Diam tubuhnya. Diam tangannya. Tapi, gemuruh jiwanya.

Oke. Mungkin, tambahan illustrasi berikut ini lebih mengena lagi. Semog masih nyambung. Kalau gak, ya, sambung-sambungin aja.

Ketika kamu tidur. Beranjak pukul 9 misalnya, kamu hanya merasa beberapa saat saja walau bangun jam 7 pagi. Pulas. Kenikmatan selama tidur kamu rasakan sepenuhnya.

Apakah yang terjadi ketika kamu tidak mendapati kenikmatan (tidur) itu? Malam-malam terasa panjang, bentar-bentar melirik dinding. Jarum jam tiba-tiba berenti. Mati. Malahan, kau terbangun dan memastikan baterai apakah masih berfungsi.

Tersiksa jiwamu!

Dalam perjalanan tadi juga begitu. berapakali kau dengan sengit berucap serapah, hanya karena terlambat masuk kantor? padahal, satu saja diingat, nafas masih berkenan keluar masuk tenggorokan. Tentu akan lebih nyaman.

Dan, ingatlah pula ketika engkau bernafas! Begitu udara melewati lubang hidung dan keluar pada lubang yang sama disaat berikutnya. Maka, begitulah usiamu. Ia pergi tertiup angin dan tak pernah kembali lagi. Kecuali, dengan muatan nafas berikutnya. jadi, buat apa kau sia-siakan?

Hanya kesabaran yang dapat mengantarkan pada kemenangan. Tak ada ketergesaan kecuali hanya milik pecundang. Terburu-buru dan tanpa perhitunan adalah ciri kerja setan. Dan, kamu bukan setan kan? Jangan lagi sembrono, grasa-grusu, ceroboh, lantas protes dengan segala umpatan dan makian kotor terhadap apapun kondisi disekitarmu.

Nyaman tubuh, sedikit makan.
Nyaman jiwa, sedikit dosa.
Nyaman lisan, sedikit bicara.
Nyaman hati, sedikit keinginan.

Kata si cerdik pandai sich gitu. Dan, sayangnya aku setuju untuk beberapa kasus tertentu. Bagaimana untuk orator, sedikit bicara. Wah, bisa kabur semua audiens.

Sabar obatnya, syukur jalan keluarnya. Setuju?

Selasa, 19 Mei 2009

jaga, antara "me" dan "di"

"percaya dah, nyimpen uang tuh banyak gak untungnya, dimanapun pasti abis. kalau gak abis juga, kitanya yang abis", kata ustadz lihan. pengusaha yang merintis dari menjadi ustadz dan makelar motor itu.

lantas, buat apa nimbun banyak banyak uang di rumah. di bank. sekedar ngendon doang, tak diputer (sedekahin kek, kasih modal ke orang yang jago usaha kek, atau apa kek) biar lebih berkah?

toch, kalau aku mati duluan (gak ngarep gitu juga sih, penginnya mah sampai tua dan terus sehat, penuh barokah, gitu. amin.)dan kebetulan istri masih muda. walau janda, banyak juga yang ngincar. lantas, aku yang capek-capek ngumpulin sampai dibela-belain prihatin segala, toch suami kedua juga yang bakal nikmatin.

atau juga sebaliknya. bikin illustrasi sendiri dah.

lain halnya, kalau apa yang kita punya tuch di sedekahin. buat anak yatim. buat kaum dhuafa. buat jalan usaha yang mengundang berkah. tabungan akherat dah. malah justru 'apa yang dibelanjakan dengan jalan seperti itu', yang menjaga si pelakunya.

bukan sebaliknya, aku yang bekerja, aku yang nyimpen duit, aku yang bagus-bagusin rumah, aku yang... ah, pokoknya gitu deh. lantas, aku juga yang ngejagain. nge-resah-in kalau kenapa kenapa.

padahal, lebih enak menjaga atau dijaga? selamat merenung dech....

Jumat, 15 Mei 2009

setan semua!

Percaya gak, kalau gossip dan entertainment tuch isinya setan semua? Terlebih yang Cuma nayangin kawin cerai para artis, saling gugat soal hak asuh anak. Buntut-buntutnya saling berkoar kejelekan lawan.

“Di udah gak nurut suami koq. Mau diapain lagi. Kalau malam keluar, nurutin karir. Dua tahun ini saya udah gak ngesek sama dia. Gimana mau dikatakin melayani suami dengan baik seperti di omongin sama temen-temen wartawan”, kata selebritis beberapa waktu lalu. Ketika itu, rumah tangganya sedang goyah dan menjadi santapan media gossip.

Ia mengungkapkan terang-terangan, blak-blakan dan tayang secara ‘on air’ di kotak bening yang terus-terusan bunyi itu. Kotak itulah yang melahirkan fitnah, melahirkan kuntilanak, melahirkan aborsi. Media tv, kalau kau mau tahu.

Belum lagi bantahan-bantahan dari pihak wanita yang mau di cerai. Wuih, rahasia pribadi yang seharusnya ‘private and confidential’ keluar semua. Apalagi dibumbuin sama wartawan. Tambah panas!

Sekarang, perhatikan narasi dibawah ini.

Ahmad ibn Hanbal meriwatkan: Asma binti Yazid menuturkan: “Suatu ketika aku duduk di samping Rasulullah saw dengan sejumlah kaum laki-laki dan beberapa orang wanita.

Rasulullah bersadba, “Adakah diantara kalian seorang laki-laki yang pernah menceritakan rahasia dirinya dengan istrinya kepada orang lain. Dan adakah diantara kalian seorang istri yang menceritakan rahasia dirinya dengan suaminya kepada orang lain?”, para sahabat terdiam semuanya.

Lantas, aku pun berkata, “Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya wanita-wanita pasti pernah melakukannya dan kaum laki-laki juga melakukannya.”

Maka beliau bersabda, “Janganlah kalian lakukan itu lagi. Sesungguhnya yang demikian itu adalah seperti setan laki-laki yang bertemu setan wanita di jalanan kemudian menggaulinya, dan orang-orang melihatnya.”

Tuch kan, setan semua!

Selayaknya para wanita menjaga apa yang terjadi antara mereka dan suaminya. Sebab, hal itu merupakan rahasia yang wajib disimpan, terlebih lagi bila hal itu berkenaan dengan hubungan seksual.

Trus, gimana dong?

Kamis, 14 Mei 2009

Tuhan Tidak Ada, kata si atheis

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,'Saya tidak percaya Tuhan itu ada'.
'Kenapa kamu berkata begitu ???' timpal si konsumen.

'Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada'.

'Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar??' .

'Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan'.

'Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi'.
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,
berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya', kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,
'Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.'

Si tukang cukur tidak terima,' Kamu kok bisa bilang begitu ??'.

'Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!'
'Tidak!' elak si konsumen.

'Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ', si konsumen menambahkan.

'Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!', sanggah si tukang cukur.

' Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya', jawab si tukang cukur membela diri.

'Cocok!'-kata si konsumen menyetujui.
'Itulah point utama-nya!... Sama dengan Tuhan,

TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi...
orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.

Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.'
Si tukang cukur terbengong !!!!

Senin, 11 Mei 2009

hai manusia, ingat umur! (2)

Lanjut ya, masih jam setengah satu. Sebenarnya udah laper sich, hanya saja, biar berentinya di persimpangan. Kapan-kapan kalau mau ngelanjutin lagi gampang. Gak perlu terlalu banyak muter ke belakang. Untuk ambil ancang-ancang.

Karena ini soal ibadah sebagai bekal di kehidupan berikutnya nanti, yang aku kupas juga seputar ibadah ini aja. “Tidak di ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah”. Tentu ingat dan hapal betul dengan ayat ini.

Iya, kalau bekerja ku dihitung ibadah. Lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur. Apalagi kalau January kenaikan tak sebanding dengan angan-angan. Belum lagi kenaikan grade yang masih simpang siur dan tak kunjung datang. Masih ditambah kerjaan yang ditambah melulu. Ah… entah berapa prosen kadar ibadah di dalam aku bekerja ini.

Iya, kalau tidur ku dihitung ibadah. Kadang juga lupa berdoa apa enggak. Bangun tidur apalagi. Boro boro sebut “alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnusur”. Lebih sering langsung kabur ke kamar mandi kebelet kencing.

Iya, kalau puasaku di bulan ramadhan tidak Cuma mendapat predikat lapar dan dahaga. Secara, kebanyakan hanya menggeser jam makan doang. Mentang-mentang seharian (siang) puasa, begitu dalam magrib sampai menjelang subuh, puas-puasin makannya. Apa aja di caplok.

Iya, kalau makan dan minum ku dihitung ibadah. Masih suka makan enak dan kekenyangan. Minum juice beraneka rasa. Makan siang saat jam istirahat kantor masih milih-milih restoran. Menimbun beras dan sembako yang seharusnya boleh jadi hak fakir miskin. Kulkas kosong barang sehari aja, udah ngomel melulu.

Iya, kalau…. Ah, terlalu banyak ternyata yang meragukan untuk diperhitungkan sebagai IBADAH!

Okelah, untuk shalat yang Cuma 10 menit itu tadi (ini pun masih dengan asumsi, karena, tidak jarang shalat seperti ayam patuk beras. Capluk. Udah. Tak ada kesan sama sekali. Bahkan belum tasyahud aja udah lupa, tadi baca surat apa, boro-boro arti dan maknanya). Plus perhitungan biar gampang aku buletin menjadi 1 jam sehari semalam.

Karena ini ngelanjutin, biar gampang ngikutin, baca lagi dari depan aja. Intinya adalah, dalam kurun 65 tahun jatah usiaku, hanya 50 tahun diperhitungkan sebagai “pencari bekal” dengan beribadah. Sehingga ketemu angka 18.250 jam.

Atau, kalau dijadikan hari 18.250 jam / 24 jam(dalam 1 hari) = 760,4167 hari. Dibikin tahun, menjadi 760,4167 hari / 365 hari (dalam 1 tahun). Ketemu angka 2,08 tahun. Gila! Bener-bener gila. Selama itu hanya 2,08 tahun berbanding dengan angka 50 tahun! Hanya 4% saja. Astaghfirullahaladzim…

Jujur ya, ketika sampai (menulis ini) disini, aku menangkupkan kedua tangan ke mukaku. Hanya 4% saja, dan aku mengharap syurga. Bagaimana jadinya kalau aku meminjamkan uang 100 juta, lantas si peminjam baru mengembalikan 4 juta saja. Padahal dari uang modal itu, ia sudah menjadi kaya raya dan mempunyai pabrik dimana-mana. Apakah lantas, aku masih menganggap pantas tuch orang mendapatkan “tanah surgaku” seandainya aku punya? Udah gitu, giliran ditagih, “mana pinjamanku?”, dengan enteng ia menjawab, “apaan? Mana ada pinjaman itu. Yang ada ini adalah jerih payahku sendiri. Tak ada campur tanganmu?”

Itu baru perumpamaan uang 100 juta. Bagaimana dengan modal dua tangan, dua telinga, dua lubang hidung, ginjal, hati, jantung, sepasang kaki, otak yang tiap hari dipakai untuk ngibul dan ngebodohin orang lain ini? Masih ditambah lagi, rezeki, pekerjaan, kesehatan, anak yang lucu-lucu, teman yang saling ngerti. Ah…. Kembali aku hanya dapat beristighfar. Astaghfirullahaladzim!

Pahala sholat yang hanya 4% alias 2 tahun berbanding dengan perbuatan dosa dan lalai selama 48 tahun. Itupun, iya kalau sholat ku diterima. Ya Allah ya Rabb, sungguh, hanya Engkau yang maha agung, jauh lebih agung dari segala apa yang diperbuat seluruh manusia segala zaman. Sungguh, betapa hina dan terpuruknya aku jika Engkau ya Aziz, ya Rahman, ya Rahim, tidak mengampuni dosa-dosaku.

Dalam percakapanku, banyak dusta. Dalam pergaulanku banyak ngibulin orang. Dalam perbuatanku banyak mengecewakan sesama. Dan, mungkin juga, dalam tulisanku ini pun nyinggung pembaca juga. Waduh, 2 banding 48 gitu loh!

Allahu Akbar! Sungguh, hanya Allah yang Maha Besar. Ternyata udah limabelas menit aku menulis. Dan, perut ini sudah minta diisi. Semoga lain kali relungan ini masih berlanjut. Atau…. Ada rekan yang mau nerusin? Silakan.

hai manusia, ingat umur! (1)

“… sesungguhnya sehari di sisi Rabb adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Qs. Al Hajj : 47)

akhir-akhir ini, aku suka memikirkan dan akhirnya menganalisa, sebenarnya berapa lama sih aku hidup di dunia ini? Tenyata, fantastic, very-very fantastic, hanya 3,9 menit! Atau, sekira 3 menit 54 detik saja!

Hal ini, aku teringat oleh petuah para pinisepuh di dusunku dulu. bahwa, “urip ana ndonya iku mung mampir ngombe”. Hidup didunia itu hanya numpang minum, perjalanan sesungguhnya masih jauh dan penuh gelombang terjal harus dilalui. Sayangnya, bekal yang harus dipersiapkan tergantung dari berapa banyak amalan yang dilakukan selama sesingkat itu.

Mau tahu analisaku? Begini.

Dari ayat diatas, berarti kalau boleh aku artikan secara isi kepalaku (untuk anda silahkan setuju atau juga punya argument lain) berarti 1000 tahun menurut perhitungan di dunia ini yang kita kenal dengan satuan waktu-nya manusia, berarti hanya 1 hari disisi Allah.

Aku lantas teringat pula sebuah hadits, “Umur umatku berkisar antara 60-70 tahun. Sangat sedikit di antara mereka yang umurnya melampaui kisaran itu.” Kata Rasulullah sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi). Ambil rata-rata, bahwa jatah umurku habis di usia 65 (ini sekedar simulasi. Insya Allah, semoga Allah memanjangkan umurku, memberikan keberkahan dengan cahaya iman dan taqwa. Amin) berarti, coba cermati hitungan berikut ini.

65 tahun x 365 hari (abaikan tahun kabisat) x 24 (jam/hari). Ketemu angka 569.400 jam.

Sementara, versi (disisi ) Allah, satu hari itu identik dengan 1000 tahun. Berarti, satu harinya menurut Allah (berdasar ayat diatas) adalah 1000 x 365 x 24 = 8.760.000 jam.

Bagaimana untuk mendapatkan konversi pembanding?

65 tahun jatah umur saya berarti dibagi dengan 1.000 tahun. (perbandingan dibalik) hasilnya, 569.400 jam / 8.760.000 jam. Ketemu angka 0,065.

Biar gak pusing, jadikan ke menit, menjadi 0,065 x 60 = 3,9 menit. Ketemu kan?

Hanya segitu singkat! Pantes aja, orang tua sering bilang “hidup di dunia Cuma numpang minum!. 3,9 menit menurut perhitungan Allah (ini hanya logika asal-asalan berdasar versi satuan waktu yang dikenal oleh manusia. Kalau bicara dengan manusia memang harus pakai bahasa manusia juga.) atau 3 menit 54 detik.

Astaghfirullahaladzim, naudzubilahi min dzalik! Sesingkat itu, dan aku masih (suka) beranggapan bahwa hidup di dunia ini begitu lama dan mengasyikkan. Ya Rabb, ampuni hambamu yang masih suka lalai ini ya Allah.

Bayangkan, apa yang anda dapat lakukan dalam kurun 3 menit sekian detik tersebut, kecuali hanya dan hanya untuk mempersiapkan perjalanan panjang di fase berikutnya. So, masih pantaskah petentang-petenteng dengan apa yang didapatkan sampai saat ini?

Atau, masih pantaskah mengeluh atas sekelumit (anggapan) kekurangan akan fasilitas semu dari apa yang disodorkan dunia?

Ya Allah, ya Ghoffar. Ampuni hamba kalau masih lalai mempersiapkan bekal (amal) sebanyak-banyaknya. Tunjuki hamba pada jalan-Mu yang lurus. Tetapkan hatiku senantiasa dalam jalan taat kepadamu ya Allah.

Lantas, aku berpikir kembali kebelakang. Sekedar mau ngitung aja, sebanyak apa amalanku.

Rata-rata usia dihisap (akhir baliq) adalah selepas 15 tahun. Karena aku cowok. Untuk cewek biasanya 12 tahun, tergantung juga kapan pertama haid. Berarti 65-15=50 tahun. Berarti, kalau saja, dalam sehari, sholatku bener (yang Cuma 10 menit itu!) x 5 berarti ketemu angka 50 menit. Atau biar gampang ngitungnya, buletin aja menjadi 1 jam sehari semalam.

Dalam kurun waktu 50 tahun itu, waktuku terpakai untuk ibadah (taruhlah, shalatku aku anggap bener dan diperhitungkan sebagai ibadah) berapa lama?

Nanti dech, bersambugn ke tulisan berikutnya……

Selasa, 28 April 2009

Mega Best Seller Tiada Tanding

Mega best seller dunia akherat

Hidup jangan kebanyakan ketawa! Ingat saja bahwa dunia hanya canda belaka. Tak baik terlalu berlebihan, termasuk urusan air mata.

Mendingan hapalin aja melalui tingkah laku disetiap hari-harimu. Bila nanti tiba saat pertanyaan diujikan secara lisan, kamu tidak geragapan lagi. Memang, tidak seperti ujian skripsi koq, dikelilingi oleh empat dosen ‘killer’. Memang, tidak seperti di pengadilan koq, dihadapi sama hakim penuntut umum didampingi sama dua hakim penasehat, plus ditontong wartawan.

Tapi, disampaikan oleh malaikat berwarna ungu kehitaman, yang ke-seram-annya belum pernah kau impikan. Bedanya, kamu dan dia hanya berhadapan satu lawan satu. Disamping kananmu tanah, samping kiri tanah, atas, bawah, ujung kaki, ujung kepala, menempel di pipi, semuanya tanah. Tak ada lagi ruang gerak. Face to face.

Pertanyaan sederhana aja koq, simak ya…

1. Siapa Tuhanmu?
2. Apa Agamamu?
3. Siapa Nabimu?

Untuk melatih lidah agar tidak kelu dari menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, jangan khawatir. Ada panduannya koq. Bisa dibaca dalam buku”skenario kehidupan segala alam.”

Sudah pernah mempelajari buku ini kan?

Berasakah sensasi ketika membaca novel Ayat-Ayat Cinta-Habiburrahman El Shirazy, The Firm-John Grisham, The Da Vinci Code-Dan Brown, Ernest Hemingway, Shidney Sheldon, Stephen King, Andrea Hirata, …

Berasa jugakah betapa semangat terdongkrak setinggi-tingginya ketika membaca kumpulan seminar Andre Wongso, Mario Teguh, Tung Desem Waringin, Ary Ginanjar Agustian, …

“Jika hatimu suci, maka tidak akan pernah bosan untuk mencerna makna setiap kata dalam buku ini”, inilah jaminan seorang penyair mengenai buku ini.

So pasti! Buku ini dijamin “mega best seller” segala alam. Sayangnya, HANYA ORANG (ber)SUCI (yang) BISA MENYENTUHNYA. Hmmmm, kalau udah tahu buku apa ini, kasih tahu gue ya?

Trus, kalau udah bisa menggali segala makna kehidupan, trus, kalau udah paham scenario jalan kehidupan mesti ditempuh, trus, kalau udah tahu bagian-bagian ide yang tidak pernah habis untuk diperbincangakan, trus, …… pokoknya kasih tahu gue deh. Please!

Senin, 27 April 2009

bukan sekedar syurrr(ga)

Ibnul Qayyim berkata, “Jika engkau bertanya tentang bidadari-bidadari surga, mereka adalah wanita yang tinggi semampai dan selalu muda. Jika menjumpai kekasihnya,ungkapkanlah sesukamu tentang dua sejoli yang serasi. Jika sedang berbincang dengannya, apa dugaanmu mengenai percakapandua sejoli yang sedang jatuh hati. jika mendekapnya, apa yang bisa kamu bayangkan tentang uda dahan yang sling membelit. Bergaul dengannya jauh lebih nikmat disbanding semua angan-angan. Tidak bertambah atas mereka pergeseran masa, kecuali keindahan dan kecantikan. Tidak ada yang lebih diinginkan kecuali untuk bersama-sama dengannya. Mereka tidak pernah hamil, melahirkan, haid dan nifas. Selalu suci dari ingus, ludah, kencing,kotoran, dan berbagai macam najis. Tidak pernah habis masa mudanya dan tidak pernah kumal pakaiannya.

Hati mereka belum pernah tersentuh oleh manusia maupun jin. Jika dipandang, hati akan terpenuhi kebahagiaan. Bila mendengar suaranya, telinga akan terasa penuh dengan irama yang indah dan syahdu, jika mereka muncul, istana dan kamar-kamar segera dipenuhi dengan cahaya.

Jika engkau bertanya tentang nikmatnya berhubungan dengan mereka, tidak bisa dibayangkan nikmatnya. Bila mereka berbunyi, begitu indah untuk dilihat dan didengar. Jika engkau bersenang-senang dan bergurau dengan mereka, betapa indah dan nikmat senda gurauan itu. Jika engkau menciumnya, tidak ada suatu apapun yang lebih memabukkandari ciuman mereka.

Jika engkau bertanya tentang sungai-sungai surga. Sesungguhnya sungai-sungai itu terdiri dari air yang tidak pernah kotor. Sungai-sungai dari khamr yang nikmat bagi yang meminumnya dan sungai-sungai darimadu yang jernih.

Jika engkau bertanya tentang makanan surga. Sesungguhnya makanan sura adalah buah-buahan yang bisa mereka pilih sekehendak mereka dan daging burung yang sangat mereka sukai.

Jika engkau bertanya tentang minuman mereka, sesungguhnya minuman mereka adalahair putih jernih yang sedap dan enak serta air yang dicampur jahe dan kafur.

Jika engkau bertanya tentang bejana-bejana mereka, sesungguhnya bejana-bejana mereka terbuat dari emas dan perak.

Jika engkau bertanya tentang bumi dan debunya, sesungguhnya bumi dan debunya terdari dari misk dan za’faran.

Jika engkau bertanya tentang langitnya, sesungguhnya langitnya adalah ‘Arsy Yang Maha Pengasih.

Jika engkau bertanya tentang bangunannya, sesungguhnya bangunan surga terdiri dari emas dan perak.

Jika engkau bertanya tentang luasnya, sesungguhnya ahli surga yang terendah berjalan di kerajaannya, istana-istananya dan kebun-kebunnya selama perjalanan dua ribu tahun.

Jika engkau bertanya tentang wajah ahli surga dan ketampanannya, sesungguhnya wajah mereka seperti bulan pernama (sangat tampan dan cantik).

Jika engkau bertanya tentang pelayan-pelayannya, sesungguhnya pelayan-pelayan surga itu muda dan selalu muda bagaikan mutiara yang bertebaran.

Jika engkau bertanya tentang hari di mana ahli surga mendapat kenikmatan tambahan, dengarlah saat terdengar suara penyer, ‘wahai ahli surga, sesungguhnya Alah masih mempunyai janji yang akan ditepatiNya kepada kalian hari ini.’ Mereka bertanya, ‘Apa janjiNya? Bukankah Dia telah memutihkan wajah-wajah kami, memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami di dalam surga dan menghindarkan kami dari neraka?’ Di saat mereka bertanya-tanya demikian itu, tiba-tiba muncul dihadapan mereka cahaya yang menerangi seluruh kawasan surga. Mereka menengadahkan wajah-wajahnya, Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Suci nama-namaNya, elah berada diatas mereka, dan berfirman, ‘Wahai ahli surga, salamun ‘alaikum!’ (kesejahteraan untuk kalian). Tidak ada ucapan yang lebih baik untuk menjawab salam ini selai ucapan, ‘Allahumma Antassalaam wa minkassalaam tabaarakta yadzal jalaali wal ikraam, (Ya Allah, Engkaulah kesejahteraan dan dariMu kesejahteraan, wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).’

Kemudian Allah berfirman, ‘Mana hamba-hambaKu yang taat kepadaKu padahal mereka tidak melihatKu?’ Inilah hari dimana mereka mendapat kenikmatan tambahan, mereka bersatu dalam satu ucapan, yaitu: “Kami telah ridha, maka ridhailah kami.” Allah berfirman, ‘Wahai hamba-hambaKu, jika Aku tidak ridha kepada kalian, maka tidaklah Aku masukkan kalian ke dalam surgaKu. Inilah hari tambahan kenikmatan, maka mintalah kepadaKu!’ Mereka pun bersatu dalam keinginan yang sama, ‘Wahai Tuhan kami, tunjukkan kepada kami WajahMu hingga kami bisa melihatNya! Maka Allah pun membuka tabir dan menunjukkan WajahNya kepada mereka, dan mereka pun terpesona dengan cahaNya kepada mereka, yang apabila Allah tidak mentakdirkan mereka kuat untuk melihatNya, tentulah mereka akan terbakar. Maka tidak seorang pun dalam tempat itu, kecuali benar-benar telah berhadapan langsung dengan Tuhan mereka,.

Betapa nikmat pertemuan dengan Allah sedemikian rupa ini, betapa berserinya bola mata manusia di saat melihat kepda Wajah Yang Maha Mulia di akhirat.

Wallahu alam bishawab.

Dikutip dari “Bagaimana bila ajal tiba” halaman 1 s/d 4.

Kamis, 23 April 2009

(tulisan) pengantar pagi

janganlah makan dari apa yang diharamkan dan janganlah mengharamkan dari apa yang sudah dihalalkan. dan, pilihlah hanya yang halal lagi baik buatmu. halalan thoyyiban.

sesungguhnya obat dari segala macam penyakit adalah "puasa". hanya dengan puasa racun-racun yang terserap dalam tubuh terbuang degnan sistematika luar biasa canggih. disamping harus dikaji secara ilmu kesehatan, juga harus diimani dengan penuh kepahaman. tahajud dimalam hari dan puasa disiang hari akan menjadikan bukan saja tubuh sehat. lebih dari itu jiwaku pun kuat.

rasulullah bilang, "tidak ada yang lebih baik dari puasanya daud. sehari makan sehari berbuka." dan ketika ustadz yusuf mansur ditanya mengenai tahajud, "sebagaimana puasa, kerjakanlah secara selang seling". maksudnya, bukan semalam tahajud lantas semalem tidak. sore-sore (habis isya') tidur sekira dua jam. trus, bangun untuk sholat. tidur lagi. sholat lagi. tidur lagi. sholat lagi. sampai menjelang subuh. tutup dengan witir. istirahat sejenak, baru dilanjut qobliyah dua rokaat untuk menyongsong sholat subuh.

wallahu a'lam bis showab. ukurlah kekuatan dan bangunlah ketulusan. latih sejak sekarang juga ketika anda menjumpai seorang rekan yang coba mengingatkan. aku baru saja mencoba untuk menghafal surat alwaqi'ah. walau diketawain dan diledekin habis-habisan sama anakku 'nimas' yagn baru 11 tahun november nanti -sekarang kelas lima bentar lagi kenaikan kelas enam- katanya, "ih, ayah! udah bapak-bapak baru ngapalin surat gituan. albaqoroh atuh, ali imron, yang panjang-panajng gitu. mana lelet banget lagi. masak udah dua minggu baru tujuh ayat gak nambah-nambah."

subhanallah. dia bidadari kecil yang diutus untuk mengingatkanku. malu rasanya disindir begitu. walau ucapan itu murni polos ucapan seorang anak kecil. tapi, memang susah bener, aku mau ngapalin ayat-ayat alqur'an.

lantas, aku coba berkelit, "ayah kan gak cuma mikirin hapalan doang. mesti nyari bangun pagi, kerja, nguber gaji. udah gitu mesti bantuin ibu juga setrika, nyuci. belum lagi nglayanin adikmu tuch si botak. kalau udah ngajak main perang-perangan gak bisa ditolak lagi. ya gak pa pa, ayah lelet dalam menghafal" kataku. "itu belum seberapa, masih harus mikirin cicilan rumah, cicilan koprasi, bayaran telpon, bayaran listrik" kilahku.

"makanya, mbak nimas mesti sebanyak mungkin tuch ngapalin sedari sekarang. nanti kalau udah smp apalagi sma, udah semakin banyak pelajaran mesti diresapi. percaya deh sama ayah, penyesalan tidak datang sekarang. tapi,nanti setelah gedhe. semakin banyak hapalan alquran mbak nimas, semakin mudah menyerap pelajaran. coba,kemarin masih ranking tiga melulu kan. sekarang udah ranking satu, karena hapalan udah nambah. tambahin terus tuch" kataku lagi memberi semangat.

kalau udah perbincangan gitu, persis antara guru sama murid dah. cuma bedanya, kalau murid beneran gak berani ngebantah. lah ini, bukan cuma itu (ngebantah), kadang kalau kesel malah lempar remote segala. tuch remot dirumah aja udah habis dua. kalau gak dilempar, ya keinjek. abis, gurunya juga kadang kelewatan juga kalau ngajarin. suka belak-belok gitu. klo cuman belok doang sih sekali ya, ini pakai (awalan) belak segala. nyasar kemana-mana.

sekedar biar lebih kuat lagi ingatanku dan tambah meresap. boleh juga aku tuliskan disini apa yang baru saja aku hapalin. dan, diledekin melulu tuch sama si (oneng) nimas.

idza waqo atil wa qi ah - apa bila terjadi hari kiamat
laisa liwaq atiha kadzibah - terjadinya tidak dapat disustakan (disangkal)
khofidhoturrofi'ah - merendahkan (satu golongan), meninggikan (golongan yang lain)
idza rujjatil ardhu rojja - apa bila bumi diguncangkan seguncang-guncangnya
wa bussatil jibalu bassa - dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya
faka nat habaa-an mubiina - maka itu menjadi debu yang bertebaran
wainkuntum azwaajan tsalatsah - dan kamu sekalian menjadi tiga golongan.

yang aku bold merah tuch. pelajaran bener. sekarang aja kebayang kalau pas lagi ngliat copet ketangkep tuch. bener-bener dihina sehina-hinanya. serendah-rendahkan. dikatain babi lah, anjing lah, bajingan lah. pokoknya ga da ucapan pantas sama sekali dah. itu baru copet kelas kambing. yang menghinakan juga cuma mulut-mulut manusia yang tidak menjamin lebih suci ketimbang si copet itu tadi.

belum lagi kalau ada koruptor ketangkep.
belum lagi kalau pelacur kena razia.
itu belum seberapa terhina.

bagaimana jika allah tuhan sang pencipta yang menghinakan???

astaghfirullahal adzim.... naudzubilah min dhzalik. dan, kejadian itu tidak dapat disankal. tidak dapat dipungkiri. alias pasti terjadi. kejadian itulah yang "merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

hmmm..... kira-kira gue ada di golongan mana ya? atau, anda mungkin?

yuk! benahi mulai dari sekarang. ingat, pesan ini buat gue pribadi loh ya. tapi, kalau ada temen yang kena (merasa) terajak juga. alhamdulillah. kebaikan temen-temen bisa nyiprat ke gue gitu he..he..he... insya allah dah, pahala system mlm tidak ada matinya.

jadi, ketimbang mikirin makanan yang serba musingin kayak gini (lihat gambar) malah jadi takut. udah aja percaya. systematika tubuh udah sedemikian huebat dan canggih. allah maha tahu. penyakit apa aja maha tahu. bahkan yang belum terdeteksi sama dokter, allah maha tahu. hanya dengan berpasrah diri dan ibadah dengan benar, segala kemungkinan penyakit justru menjadi hikmah.

bukan lantas ceroboh makan sembarang loh ya. kalau makan sardines ya, ikannya aja dimakan. jangan kaleng juga ditelan. bahaya itu. emang kuda lumping. atau juga, udah tahu alergi masih dicaplok juga. bunuh diri itu mah. udah tahu darah tinggi suka kumat, eh, malah lihat daging kambing koq ngiler.

hanya saja, untuk tubuh sehat, makan apapun tak ada larangan sih. tak ngaruh. tak efek. itu baru tubuh sehat tuch. bagaimana dengan jiwa sehat? wah.. udah dah. tulisan ini mesti diakhiri. kalau tidak bisa nyampe kemana-mana.

sip... semoga ada hikmat terpetik dari tarian jariku pagi ini. tuch kan. masih nulis lagi. udah stop. ya udah. ini juga mau udahan. analisa downtime belum dibikin mesti segera diselesaiin.

ya iya. ini juga udahan koq. lah. bagaimana sih. katanya udahan masih nulis juga. he...he..he...

iya...iya... stop dah. stop!!!!

(sayang banget, gambar tidak dapat gue pasang disini. guenya yang gak bisa, maksudnya)

Rabu, 22 April 2009

buangin sampah gue!

Hati-hati berkehendak

Ada seorang supervisor cost accounting. Chinest. Disebuah perusahaan, jika jabatannya sudah spv alias supervisor biasanya mempunyai daya magnet lumayan tinggi. Pengaruh maksudnya. Dimata para staff biasa, orang ini cukup disegani. Disamping ketelitian tinggi, disiplin dan tak kenal kompromi terhadap adanya penyimpangan data (cost gitu loh, duit duit. Oalah duit. Tiap hari berkutat sama perhitungan rugi laba dan cost production, labour cost, dan sejenisnya) yang kurang sreg. Intinya, harus zero defect. Cacat nul. Nihil penyimpangan. Serupiahpun. Udah kebayang, karakter gimana hendak kusampaikan tentang orang ini.

Sebut saja Koh. Tidak lantas, Koh tidak bisa diperintah. Tergantung bagaimana cara memanfaatkan move-energi.

Ceritanya gini nih. Aku bertaruh sebungkus rokok sama temen. Kalau aku bisa membuat Koh membuang sampah dari tanganku. Menyalakan rokok dimulutku. Maka, si temen ini harus membayar dengan dua bungkus rokok untukku. Ya iyalah, masak untuk monyet. Jelas untukku dong. Gimana sih?

Si temen ini ngotot ‘ah, mana mungkin’, secara, biasa urusan job aja mesti adu argument dulu untuk bisa ngalahin dia. Apalagi urusan update data yang jelas-jelas kita salah. Mesti ada berita acara dulu (ngemis istilahnya) baru ia mau berbuat.

Taruhan dinaikkan, untuk dia limapuluh ribu. Untukku cukup (tetap) dua bungkus rokok. Ia udah yakin banget bakal makan nasi padang siang ini. Akupun still yakin aja dengan perbuatanku.

“Koh”, kataku, “transaksi kemarin, ada kesalahan input data dibagian produksi. Sementara, cost sudah terlanjur diposting. Ini, akan berakibat pada posting month and close akhir bulan nanti. Ending balance tidak akan nyambung untuk periode kedepan”

Si Koh, mulai menoleh. “jurus pertama masuk” batinku. Untuk menarik simpati dan perhatian Koh, sengaja aku sodorkan permasalahan yang unik dan merugikan dia. Fatal akibatnya kalau tidak didengarkan. Akhirnya, Koh dengan antusias mendengarkan penjelasanku. Segala proses dan alur transaksi system aku jelaskan secara detail.

Interaksi dialog pun terjadi. Si Koh makin serius. Konsentrasi Koh seratus persen full pada pembicaraan. Ditengah asyik masyuk seperti itu. Perlahan aku keluarkan korek dan rokok yang masih utuh (belum dibuka segel). Dimana, kalau dibuka, harus ada part (bagian) harus dibuang. Inilah, sampah yang harus dibuang sama Koh.

Korek aku sodorkan ke dia. Sambil bercerita tentu saja. Tuch korek, aku peragakan sebagai sebuah data. Sengaja ceritaku se-berbelit mungkin.

Mau tidak mau, ia antusias menyimak. Sangat malah. Begitu pembicaraan makin masuk. aku buka rokok tadi. Dengan sampah masih aku pegang dengan tangan kiri. Sementara, tangan kanan masih pegang rokok.

Dengan body moving, aku atur sedemikian rupa. Sementara pikiranku tetap konsentrasi kearah mata. Memastikan ia semakin terlena dengan ucapanku. Costing gitu loh. Dia pasti super gerah kalau saja kesalahan benar-benar terjadi. Kalau tidak dapat diupdate ia bakalan kebakaran jenggot nantinya.

Sampah (tutup segel rokok yang beberapa menit lalu aku buka) telah berpindah tangan. Si Koh ini tidak menyadari. Aku pun hanya bilang degnan bahasa isyarat, “telunjuk menunjuk tempat sampah disebelah dia”, tanpa ucapan –nyuruh- ia membuang tuch sampah ketempatnya. Ingat, si Koh tetap antusias dan konsentrasi dengan topik pembicaraan.

“Yes”, batinku. Tanpa mengalihkan pembicaraan. Aku melirik ke teman. Ia mulai nyengir akan kecerdikanku. Misi pertama sukses. “Si Koh berhasil aku suruh ngebuangin sampah!” skak mat. Satu kosong buatku. Si temen udah kelihatan lemes aja. Tapi, ia mengacungkan satu jari. Pertanda, masih ada satu misi lagi.

Aku mengeluarkan rokok (sebatang. Ya iya lah. Mau di isep masa dua. Emang mulut gue berapa.), taruh di mulut. Bukan di hidung, tentu saja. Sambil terus meningkatkan interaksi dialog, tanganku berusaha gerayangan dari saku baju. Pindah ke saku celana, kanan, kiri, sambil terus tanganku bergerak mengikuti irama ucapanku (body moving juga) membuat ia semakin berusaha konsentrasi.

Hasilnya, si Koh ini menyalakan korek. Dan, nyus, mendekatkan tangannya kearah mulutku. Puss..pusss..puss. rokokpun nyala.

“Yes!” missiku berhasil dengan sukses. Si temen hanya nyengir. Untuk tidak mengundang kecurigaan, aku tetap melanjutkan topik pembicaraan. Intinya, aku harus menjelaskan lagi bagaimana kemungkinan untuk update data itu. Dimana, jelas-jelas transaksi itu hanya fiktif. Alias, problem yang aku buat-buat. Alias ngibul belaka.

“Oh, iya. Sorry. Aku salah persepsi. Ternyata transak udah benar” kataku. Akupun sambar pesawat aipun dan pura-pura ngecek ke bagian administrasi produksi. “Gimana, prosedur udah dijalankan dengan benar? Oke. Kalau gitu tidak ada masalah. Hanya saja, aku tadi salah dengar.”

Pembicaraan dengan Koh pun selesai sudah. Aku minta kembali korek itu dari tangannya. Dan aku ucapkan, “terimakasih bos. Anda layak jadi body guard-ku. Tanpa sadar anda telah menyalakan rokokku” kataku. Ia pun tersenyum, tanpa merasa tersinggung. Karena memang aku tidak nyuruh. Hanya reaksi spontan.

Sebaliknya, ia juga puas karena telah mendapatkan sharing penjelasan seputar cost specialisasi job-nya. Bahkan, ia berterimakasih juga karena ‘telah diselamatkan’ dari sebuah transaksi yang ‘bisa saja’ membahayakan posting month and closed akhir bulan ini.

Kejadian itu, nyata. Terjadi tahun 2004. si pecundang itu aku sendiri. Dan si temen –yang harus merelakan dua bungkus rokok- teman satu ruangan.

Hendak aku paparkan dari uraian diatas ialah, hati-hati dengan kehendak disekitar anda yang tidak anda sadari. Jangan sembarangan menanamkan keinginan dalam hati. Ingatlah, kekuatan pikiran jauh lebih dahsyat dapat menggerakkan segala sesuatu. Tapi, jauh lebih dahsyat lagi adalah kekuatan hati.

Bila hati anda jernih. Bila jiwa anda suci. Bila pikiran anda bersih. Anda akan dapat menggerakkan gunung hanya dengan “suara batin” anda. Fakta! Aku dapat menggerakkan seorang -supervisor cost accounting yang seorang chainis yang terkenal dilingkunganku sangat tetili dan a lot dalam hal negosiasi- untuk membuangkan sampahku dan menyalakan rokokku. Tanpa ia sadari!

Bisa jadi, anda dengan segala rutinitas keseharian anda adalah si Koh yang begitu serius menyimak pembicaraanku. Dan, aku hanyalah symbol dari transaksi kehidupan yang begitu menggoda dan melenakan. Sementara, anda tidak sadar telah melakukan perbuatan yang hanya menjauhkan dari tujuan hidup itu sendiri.

Waspadalah, anda pun bisa saja membuangkan sampah bahkan menyalakan rokokku tanpa anda sadari. Dan, itu jelas bukan keinginan anda. Kehidupan serba menipu. Jangan lekas percaya apa yang ada di depan anda. Tapi, percayalah dengan apa yang anda pahami dengan hati anda.

Untuk itu, biarkan Tuhan memberikan pendengaran dan penglihatan-Nya ke dalam lubuk hati anda. Waktunya adalah, sepertiga malam terakhir saat anda sujud dengan begitu damai dan khusyuk untuk menyembah-Nya. Disetiap penghujung malam, Ia bersama malaikatnya turun kelangit bumi untuk hamba-hamba_Nya.

Ashsholatu khoirun minannaum…..! Mau?

Jumat, 17 April 2009

nikmat itu saat ini

"empat dari lima orang sakit bukan dari kerusakan phisik. tapi, akibat seringnya mengalami kecemasan, kegelisahan, kebencian, ketidak-mampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan" Dr. W.S. Fritz

kemarin adalah masa lalu yang tidak dapat diubah. sementara, esok adalah sesuatu yang tidak tahu apa bakal terjadi. lantas, untuk apa mengeluarkan energi begitu banyak mengubah yang tidak mungkin?

ikhlaskan, ridhokan. maka, anda dapat menikmati apa yang saat ini anda alami.

just, coretan perjalanan pagi.

Kamis, 16 April 2009

Wanita Oh Wanita(4)

Duhai istriku,
Jangan katakan aku, suami sok romantis. Tapi, jujur aku katakan. Setiap mendapatkan sesuatu (bacaan) dari para cendekia, tak sabar rasanya untuk segera berbagi keteduhan ini. Dan, ini, satu lagi goresan kuabadikan disini.

Penawar (sakit) hati ada dalam wahyu (alquran)
Rasa tenteram bersandar pada keimanan
Kebahagiaan hati terdapat dalam shalat
Ketulusan tergantung pada keridhaan
Ketenangan jiwa tergantung kerelaan dalam menerima setiap kejadian
Kecantikan wajah ada pada senyuman
Keamanan martabat terdapat dalam hijab
Ketenteraman pikir terdapat dalam dzikir (aidh al qarni)

Rabu, 15 April 2009

semua (berawal) dari tempat tidur(1)

“Waalaikum salam…” jawab istri dari seberang telpon. Baru saja aku call ke rumah. Ingat aja, Rangga kemarin sore masih mencret. Secara, mencretnya koq aneh gitu. Ada semacam lendir lembut. Warnanya hitam. Udah tiga hari sih. kalau untuk semalam, mencretnya udah berupa kuning. Normal. “Dari pagi sampai siang masih mencret. Tapi, hanya cepirit. Dikit dikit gitu. Ini lagi nyuciin celana”, kata istri lagi.

“Udah aja. Ngapain mesti dicuci. Biarin aja. Tinggalin. Tunggu ayah pulang. konsen aja sama si botak. Trus,…..”

Memang tuch bocah kelakukan banget. Udah tahu lagi begitu, mainnya gak mau diam. Lari sana sini. Nyelonong ke rumah tetangga. Siapa aja yang pintunya kebuka. Kalau pada tutupan pintu, digedor-gedor. Sambil teriak, “Kiki! Main!” katanya. Atau juga, “Cal, lihat CD yuk. Rangga udah beli ultraman tiga. Serem deh. Ada robotnya”. Udah dah, alamat rumah jadi bioskop.

Mending kalau pada diem. “Aku ranger merah loh. Keren” kata Rangga. “Aku yang kuning. Jagoan” Kiki tak mau kalah. “Kalau aku monsternya aja, badannya gedhe. Serem” Ical nimpalin, lebih ngotot lagi. Ciat. Ciaat. Ciaaaat. Ada yang pegang tembakan. Ada yang ambil sapu. Berantem dah. Perang-perangan. Daripada kepala meledak, istri keluar. Duduk didepan warung. Baca buku. Atau ngobrol sama ibu-ibu yang kebetulan lagi pada nyuapin anaknya.

Prolog diatas hanya pembuka aja sih. cerita sebenarnya adalah, “semua berawal dari tempat tidur”

Mulai ya,

Gini. Ternyata apa yang dikatakan Napoleon Bonaparte ada benernya juga. “Hanya wanita istimewa yang berada di balik laki-laki luar biasa”.

Coba deh, aku cermati.

Semalem, mataku udah gak bisa melek sama sekali. Ngantuk bukan main. Tapi, di tempat tidur tuch, istri masih aja ngajakin diskusi. Meski sambil merem-merem, aku layanin juga. Pas udah gak kuat bener. Aku bangun. Lihat jam, “alhamdulillah, 23:23” batinku. Setengah dua belas man! Secara, dari jam sepuluh ‘teng’ berangkat ke tempat tidur.

Biar mata tetep melek –masalahnya istri lagi demen-demennya belajar sholat nih. sayang aja dilewatin. Capek kayak gimana, mesti dilayanin. Tul gak. Duh senengnya yang punya suami model gue. Narsis abis ‘mode on’ wkek wkek wkek- aku bangun keluar kamar. Maksudnya, saat masuk lagi istri udah merem gitu. Eh, malah ikutan keluar. Duh, klo cinta mati emang begini ini nih. Ibarat, kencing aja diikutin. Akhirnya, aku minum sari kurma seteguk. Terusin lagi diskusi. Masih sambil rebahan.

Wah, gila. Baru mau mulai cerita soal diskusi itu. Tiba-tiba hang lagi nih. emang gini nih kalau amatiran. Saat dibutuhin memori malah ngadat. Ingatan blank sama sekali. Mendadak ilang aja gitu. Ya udah dah, terusin lagi kapan kapan.

Tiba-tiba ingat nih. satu topik dulu dah. Soal, masuk surga.

“Wanita itu gampang banget masuk surga. Cukup mengabdi sepenuh hati dengan segala keikhlasan sama suami. Cukup. Apa kata suami ikutin” kataku. “Kalau laki-laki, berat. Mesti bener semuanya dulu, istri, anak, baru dah. Gak cukup cuma diri sendiri aja bener. Istri dan anak menjadi tanggungan”.

Satu nih ya, kewajiban suami adalah mendidik istri. sementara istri, mesti ngajarin anak-anak. Tanggung jawab istri sebatas buat anak aja. Kalau suami gak bener istri gak dimintain pertanggung jawaban secara penuh. Beda sama suami. Istri dulu dilihat. Bener gak. Anaknya, bener gak. Salah satu aja melenceng, suami kena tanggungan tuch. Tendangan penalty. Apalagi kalau dirinya juga gak bener. Skak mat dah!

Indikator untuk itu semua, Cuma satu. Shalat. Sebagaimana dikatakan Rasulullah, “kalau shalatnya baik, maka baik juga seluruh amalnya”. Makanya, pertama-tama yang mesti dibenerin ya shalatnya itu.

Seutama-utama tahajud, levelnya masih dibawah yang wajib. Tapi, wajibnya bisa bener kalau didukung sama yang sunnah. Ada saling keterkaitan. Gak bisa berdiri sendiri-sendiri. Saling melengkapi.

Amalan pertama yang mesti dilihat nih ya, “yang paling disukai Allah adalah shalat tepat waktu” kudu diingat bener nih. masih ingat gak beberapa bulan lalu ibu bilang, “ah, shalat mah entar aja kalau hatinya udah enak. Orang lagi ribet gini. Kalau duah beres. Udah rapi. Masak sholat mikirin kerjaan.”

Memang sih, istri suka ngakhirin waktu shalat. (Dan, aku juga gak bisa ngotot untuk ngebilangin. Aku sendiri tidak kalah amburadul. Hanya saja, nyuruh istri supaya bener dulu. Sok mau jadi pemimpin gitu. Tukang nyuruh doang.) Dhuhur jam dua. Jam satu lah paling cepet. Isya’ jam sembilan. Atau kalau mau tidur. Giliran ditegur, “kalau hati belum sreg masak mau shalat. Yang ada malah gak khusyu’” sengit gitu jawabnya.

Alhamdulillah, fadhilah tahajud juga nih. gak perlu ditegur lagi. Doain aja. Aduin sama yang punya pabriknya. Eh, sekarang dia sendiri yang kenceng pengin benerin shalat. Tips jitu buat menularkan kebaikan nih, “tak usah terlalu banyak teori dan nyari dalil sana sini. Yang penting udah jelas, lakuin aja. Gak usah banyak protes. Buat istri mah, asalkan tiap hari lihat, tanpa disuruh dia akan ngikutin. Jelasnya –nasehat yang paling baik adalah contoh. Ingat-ingat ya, contoh. Oalaaahhh, contoh contoh (logatnya kayak iklan –agus agus – itu loh).

Pertama dari bacaan dulu. Niat kudu lempeng. Soal khusyuk atau tidak itu urusan nomor enam belas dah. Hak mutlak Allah itu. Manusia hanya boleh berusaha. Khusyuk itu menerima, bukan mencari. Sampai jidat mengkerut. Mata merem melek. Berdiri jadi kaku. Tangan kenceng sedekap. Bukan itu. Yang membikin hati khusyu’ atau ikhlas itu Allah. Dan, ini tergantung usaha juga.

Istri makin diam dan menyimak sambil kedip kedip. Aku udah ngantuk berat. Tapi, istri doyan banget kalau udah dengerin aku cerita. Jadi gak tega buat gak nerusin.

Trus, udah jam lima kurang sepuluh nih. mesti siap-siap pulang. ketinggalan kereta bisa repot. Terusin lagi besok dah. Jangan lupa, pantheng terus di frekuensi ini. Jangan geser gelompang sedikit pun. He..he..he… kayak lagi siaran aja. Trus, radionya apa dong namanya.

Sip. Terusin lagi dah. Masih nyambung kemarin nih. soal benerin sholat. Karena sholat sebagai indikator nanti menerima kitab catatan kehidupan di hari keadilan pakai tangan kanan atau tangan kiri.

Dari iftitah. Selepas takbiratul ikhram kan baca doa tuch. Ada yang allahumma ba’it baini, ada juga yang inni wajjahtu waj hiya dan seterusnya. Terserah aja, pilih mana suka. Paling penting, ngerti maknanya. Maksudnya. Minimal tahu artinya. Soal paham urusan hati dah. Terserah aja daya serap dan daya nalar kejiwaan masing-masing. Makin nambah umur biasanya daya pahamnya makin bagus. Tergantung kelakuan juga tapi.

Allahumma ba’it baini…, visualisasikan sedalem mungkin. Baca pelan. Ya Allah, jauhkan aku dengan kesalahanku, dosa-dosaku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.

Allahumma naqqini minal …., resapi bener bahwa kita minta disucikan dari segala dosa sebagaimana kain putih yang dibersihkan dari segala kotoran.

Allahummaghsil khataa ya…., pahami bener kalau yang kita baca ini maksudnya mohon dengan segala ketundukan hati agar dibersihkan segala dosa (seperti) dengan air salju dan embun. Watsalji wal barrot.

“Mesti ngeh tuch” tandasku.

“Iya ya” istri mulai kagum. Dan, emang kalau udag ngomong, gayaku tuch memukau gitu. Ini juga yang bikin dia kesengsem dan langsung bertekuk lutut waktu aku lamar. “trus, gimana dengan bacaan surat-suratnya yah?”

Sama aja. Intinya, harus paham dengan setiap apa yang diucapkan. Bukan sekedar lafadz doang. Sampai ke intruksi-intruknya segala. Apalagi doa sujud dan ruku tuch. Mensucikan Allah. Mohon petunjuk. Jangan kayak orang mabuk. Kagak ngarti babar blas sama apa yang diomongin. Ini, baru namanya sholat. Bisa mencegah perbuatan keji dan munkar.

“Klo sami’allahuliman hamidah” potong istri, “artinya apa yah?”

“Sami’ tuch dengar. Mendengar. Allah, ya Allah. Trus, man berarti siapa saja. Dalam hal ini berarti manusia. Yang sholat kan manusia. Trus, hamidah. Hmm, apa ya kira-kira” kataku. Sengaja ngasih jeda, kasih pancingan buat istri.

“Loh, katanya harus tahu. Itu, ayah aja lupa. Berarti sholatnya belum bener juga dong” protes istri.

“Masalah bener atau enggak itu bukan tugas ayah buat menilainya. Kewajiban ayah adalah belajar dengan sungguh sungguh biar semakin bagus” kataku. “dalam kondisi begini (menelaah kata per kata bahasa arab) otak harus bekerja”

“Iya. Trus, apa artinya?” istri mulai gak sabar. Klo udah nanya begini, biasanya sambil nempelin kepala di dada. Pokoknya kayak waktu pacaran gitu dah. Atau, pura-puranya mencet hidung. Makin demen aja aku ngulur jawaban.

“Klo hamidah itu, kayaknya anaknya pak hamid (tetangga perumahan). Gak mau susah nyari nama. Akhirnya dikasih akhiran ah doang tuch. Dia pasti ngerti, mending sekarang telpon aja dah. Nanya ke dia” kataku.

“Ih, ngaco! Mendingan juga buka buku yang kemarin ayah beli. Ada semua artinya disana”.

“Lah itu. Udah ada bukunya. Masih nanya. Berarti belum dibaca tuch”

“Ih, ayah nih. kemarin udah. Tadi juga udah. Tapi, lupa lagi”

Kalau diskusi emang mesti gitu ya. Kesannya ringan. Diselingi canda. Sesekali dipancing biar ada interaksi.

“Hamidah. Ha’ mim’ dal’. Hamdu. Alhamdu. Nah, sekarang kalau alhamdulillah artinya apa?”

“Segala puji bagi Allah” jawab istri. singkat. Padat. Langsung nyamber. Kalau ditanya trus kebetulan tahu jawabannya. Bisa tepat, dia girang bagnet tuch. Merasa ada ilmu gitu. perasaan ini yang mesti sering-sering ditiupkan seorang suami ke istrinya. Merasa bangga. Jadi, ada tips lagi nih “tanyakan sesuatu yang istri kemungkinan tahu dan bangga jika bisa menjawab”

“Berarti arti komplitnya, maha mendengar allah, atas siapa saja yang memuji-Nya. Kayaknya benar gitu deh. Coba lagi buka bukunya besok pagi” kataku ngasih kesimpulan. “Kalau melenceng paling dikit”.

“Trus, kalau wudhunya gimana yah?” istri masih nanya lagi. Kirain udahan.

Kalau wudhu mesti konsentrasi juga. Gak boleh sambil ngomong. Hayati setiap gerakan. Saat mbasuh mulut, maksudnya biar terjaga omongan. Diampuni atas segala salah ucap. Usap mata, wajah, telinga, juga gitu. tangan, mesti di pastiin jemari tersirami dengan air wudhu, minta digugurin tuch dosa-dosa yang nyangkut di sela jari. Kaki, juga sama.

Satu kan, tadi. Suami itu kalau mau masuk surga mesti ngedidik istri. trus, istri biar ngedidik anak. Dua-nya, suami punya keajiban ngawasin tuch. Udah bener belum, didiknya. Makanya, kalau ada anakyang badung, jangan langsung salahin istri, “gimana sih loe ngerawat anak? Badung gitu!”

Jadi, disamping bisa mendidik harus juga bisa ngawasin. Mastiin apa yang diajarin itu bener-bener diterapin.

Sekarang, kenapa harus lewat istri. daripada muter-muter gitu, mendingan langsung aja sang ayah yang ngedidik anak.

Tidak sesederhana itu. Seorang istri memiliki perasaan khusus yang tidak bisa dimiliki oleh suami. Dan, ini hanya bisa diturunkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Dan tidak bisa oleh bapaknya. Itulah kenapa, setiap anak jauh lebih punya ikatan batin yang kuat kepada ibu ketimbang ayah.

“Iya juga ya” samber istri. “Dulu aja, waktu masih sekolah, dikampung. Kalau belum ketemu mamak (istri panggil ibunya dengan sebutan ‘mamak’) rasanya gimana gitu. pokoknya harus ketemu dulu. Harus lihat dulu. Kalau udah lihat ‘oh disono’, udah. Tenang. Apalagi kalau habis pergi lama. Nginep, belajar dirumah temen, yang dicari pertama kali pasti mamak”

“Ya iya lah. Kalau seorang ibu pergi seharian saja, si anak udah pasti kelimpungan. Tapi, coba dah, si bapak pergi keluar kota, urusan kerja. Seminggu, sebulan. Si anak gak begitu parah. Gak begitu telak imbasnya. Ini, masalah kejiwaan. Gak bisa diraba secara inderawi. Makanya, diperlukan kerja sama antara suami dan istri dalam mendidik anak. Inilah beratnya suami. Dia mesti menanggung istri dan anak. Nggak bener salah satu aja, berat pertanggunjawabannya di akherat nanti. Kalau istri? sebatas diri sendiri saja. Makanya, gampang buat wanita masuk surga mah. Tapi, cara tergelincirnya jauh lebih gampang lagi”

Itu pula sebabnya, kenapa ayah ngotot untuk ngerjain apa yang kira-kira bisa ayah kerjain. Yang Cuma butuh tenaga. Nyuci. Setrika. Kalau ibu megang kerjaan gituan juga, bisa pecah nanti konsentrasi ke anak. Karena ayah tahu. Ayah gak mungkin menstransfer ilmu yang barbasis kejiwaan –psikis- ke anak. Hanya ibu yang bisa. Hanya orang yang punya rahim, yang bisa nglairin. Kalau ayah bisa hamil sih,….” Aku berhenti sejenak karena ada yang ganjil. Curita. Tiba-tiba koq sepi. Suara nafas mendadak teratur.

Sampai sini, aku cerita banyak lagi. Mata udah terlanjur melek. Udah jam 24:08 menit. Dan, istri udah merem. Ampun dah. Lagi enak-enak cerita ditinggal ngorok.

Aku bangun. Perhatiin timer lagi. Pastiin jam setengah tiga bangun. Yang penting bangun dulu. Soal nanti langsung sholat atau tidak. Yang penting udah niat. Biasanya. Butuh setengah jam untuk bener-bener melek sih. kadang, begitu bangun malah langsung ambil kertas sama pulpen. Coret-coret.

Dan, ternyata. Diskusi itu terus aja nyambung dikemudian harinya. Ketika istri selesai baca buku. Trus, dapet ilmu baru. Langsung dah pamer. Ngajakin ngomongin apa yang barusan dibaca. Mau gak mau dah, aku juga buka buku-buku lama.

Met ketemu lagi dah, pada dimensi (diskusi mesra dengan istri) berikutnya. kalau udah tidur dengan didongengin gitu, biasanya pules. pagi bangun udah seger aja bawaannya. yang ngeliat juga seneng. coba kalau bangun tidur, udah mah kusut, ditambah cemberut pula. kuntilanak aja langsung ngibrit kalah takut. gimana suami? satu lagi tips nih, "kalau pengin rasa senang menghampirimu, buat dulu rasa senang itu pada orang terdekatmu. itu hanya akan memantul (kembali) kepadamu"