Title Do'a
From Ust.Yusuf Mansur
Date/Time Sent 2009-06-26 /02:19
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.
Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.
Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.
Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu. Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu.
Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami. Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.
Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.
Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.
Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah.
Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.
Yth, peserta kuliah online, saya mohon do'a ini disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas facebook, posting di blog dan lain sebagainya. Terima kasih.
ya allah, duhai dzat yang maha lembut.lembutkan hati hamba, lembutkan hati istri hamba, lembutkan hati anak-anak hamba, lembutkan hati kedua orang tua hamba, lembutkan hati para orang tua hamba, lembutkan hati saudara-saudara hamba, lembutkan hati hati orang-orang disekitar hamba,lembutkan hati orang-orang yang berurusan dengan hamba, lembutkan hati orang-orang yang membuat urusan dengan hamba.
sesungguhnya, tiada daya dan kekuatan kecuali dari engkau ya allah. jika bukan engkau yang melembutkan hati kami, kemana hendak kami memohon kelembutan. jika tidak engkau lembutkan hati kami, niscaya segala penyakit hati akan semakin bertaburan di hati kami, iri dengki, hasad, dendam, semakin hina-lah kami, semakin tak berharga-lah kami.
tanpa kehendak dan karunia-mu ya ilahi rabbi, semakin mengeraslah hati kami, semakin buta bisu tuli hati kami. kesesatan demi kesesatan akan semakin menjerumuskan kami. ya allah, betapa terpuruknya kami. ya rabb, sesungguhnya, selama ini kami hanya mendzalimi diri kami sendiri. ampuni kami ya rabb.
amin.
Senin, 29 Juni 2009
Kamis, 25 Juni 2009
pertanda orang mau mati
Catatan : Tulisan ini kami kutip dari situs http://www.tranungkite.net/. Malaysia; materi ceramah oleh Ustad Abdullah Mahmud, dalam suatu kursus di Kuala Lumpur.
Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah / silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil. Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian
Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.
Tanda 3 hari
Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
Tanda akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
PENUTUP
Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon ampunan baik dari Allah SWT maupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahwa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga pikiran dalam upaya kita untuk mencari keridaan Allah SWT di dunia maupun akhirat kelak.
Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah / silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. WALLAHUALAM
Senin, 22 Juni 2009
ubah kebiasaan
just for memori doang ya, mesjid di lingkunganku tuch doyan banget sama 'manjang-manjangin' antara adzan dan iqomah. tadinya aku mau tak ambil pusing. biarin aja, urusan masing-masing. hanya saja, koq makin lama makin mengganggu. "harus ada yang berani ambil tindakan!", kataku pada diri.
karena, pernah waktu itu, aku berkesempatan jamaah isya' dirumah. waktu sholat udah masuk sejak 19:02. aku datang udah jam 19:15, belum qomat juga. karena masih ada yang sunnat qobliyah 2 rokaat. aku langsung ambil mike, lantunkan iqomat. tuch orang masih nerusin qobliyahnya. padahal posisi persis dibelakang imam. untungnya bukan baris pertama, tapi kedua. tak begitu mengganggu.
herannya lagi, masih heran lagi nih, imamnya juga nungguin satu orang itu nyelesaiin qobliyahnya!
yang bikin aku tercengang, selepas jamaah isya' tuch orang bukannya ngerjain ba'diyah. langsung keluar dan nongkrong. ngrokok pula. astaghfirullahaladzim!
"qobliyah isya itu ghoiru muakkadah. sementara, ba'diyanya yang muakkadah. kenapa justru qobliyah dikencengin sampai nunda (wajib) jamaah isya'nya. udah nunda, ba'diyahnya yang notabene waktunya jauh lebih longgar, malah ditinggalin"
dari pengalaman itulah, yang bisa (insya allah) konsisten hadir cuma subuh doang, ya udah, aku mulai dari jamaah subuh. makanya muncullah tulisan (edaran) ini.
"gue gak peduli, pokoknya kelar adzan, sholat ringan 2 rokaat. qomat!"
surat edarannya, kayak gini nih:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Jumat pagi, tanggal 16 mei 2008, lebih setahun yang lalu, ketika jadwal subuh 04:36 dan, masjid mulai berkumandang adzan, aku bukannya segera ke mesjid. Tapi, aku malah mandi, sholat qobliyah dua rokaat dirumah. “Ah, paling juga lama qomatnya”, batinku.
Baru kemudian melangkah kaki ke mesjid. Hasilnya? Jam 04:50 masih belum qomat juga! Aku lihat masih ada satu orang sedang sholat sunnah. “Datang telat, masih mau dapet sunnat. Mending kalau sesekali. Ini, sering kali!”, batinku lagi.
Ketika itu, ustadz Danny sudah rajin ngebangunin sedari jam 04:15. Ironisnya, tetap saja, jamaah datang telat. Walaupun rentang waktu (rata-rata 10 menit antara adzan dan iqomah) diperpanjang lagi, tetap saja ada yang masbuq.
Jamaah ketika itu, berkisar 30-an orang. Barisan depan full (19 orang), barisan kedua jarang full. Sesekali nambah dibarisan ketiga 3 atau 4 orang. Sehingga jamaah paling banter 39 orang.
Setahun aku tunggu, masih tidak ada perubahan. Kini, 2009 masih tetap sama. Antara adzan dan iqomah tetap lama, sementara jamaah tetap itu-itu juga.
Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
Makna Kalimat :
Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.
lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.
Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]
Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”
“Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?”, seorang shahabat bertanya. “Sholat tepat pada waktunya”, dijawab oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Alangkah indahnya kalau jam setengah lima, delapan menit sebelum masuk waktu adzan sudah tiba di masjid. Sholat tahiyatul masjid 2 rokaat. Langsung sholat qobliyah subuh 2 rokaat. Hal ini sangat mungkin bagi yang pengin qobliyah subuhnya dipanjangin (agak lama maksudnya).
Atau juga, boleh juga qobliyah dua rokaat dilakukan dirumah. Baru kemudian melangkahkan kaki ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.
Memang ada yang bilang, “jika engkau mendatangi masjid untuk sholat berjamaah sedangkan iqomat belum didirikan, maka sholatnya dua rokaat”. Di sisi lain, yang biasa adzan, “jangan dirikan iqomat ketika masih ada orang yang sholat sunnah”.
Hasilnya, saling tunggu padahal, muadzin adalah sekaligus timer. Bayangkan seorang timer diperempatan jalan, lantas tidak segera meniup peluit kalau belum habis pengendara dari arah kiri. Kapan yang dari arah kanan mau dapet giliran?
Begitu pula, kalau nungguin selesai qobliyah baru iqomat, apakah lebih utama menunda sholat fardhu (jamaah subuh)?
Atau, boleh juga kalau dijalanin seperti (hadits) ini. Sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan bagi muadzin untuk menyegerakan iqomat:
Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]
Jalan satu-satunya, begitu selesai kumandang adzan subuh, kasih kesempatan dua rokaat qobliyah ringan (sebagaimana hadits diatas), langsung iqomat. Insya Allah, dengan cara seperti ini, jamaah blok A akan terbiasa disiplin “datang kemasjid lima atau sepuluh menit sebelum masuk waktu”. Dan, tidak ada lagi mengulur jamaah subuh. Wallahu A’lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
karena, pernah waktu itu, aku berkesempatan jamaah isya' dirumah. waktu sholat udah masuk sejak 19:02. aku datang udah jam 19:15, belum qomat juga. karena masih ada yang sunnat qobliyah 2 rokaat. aku langsung ambil mike, lantunkan iqomat. tuch orang masih nerusin qobliyahnya. padahal posisi persis dibelakang imam. untungnya bukan baris pertama, tapi kedua. tak begitu mengganggu.
herannya lagi, masih heran lagi nih, imamnya juga nungguin satu orang itu nyelesaiin qobliyahnya!
yang bikin aku tercengang, selepas jamaah isya' tuch orang bukannya ngerjain ba'diyah. langsung keluar dan nongkrong. ngrokok pula. astaghfirullahaladzim!
"qobliyah isya itu ghoiru muakkadah. sementara, ba'diyanya yang muakkadah. kenapa justru qobliyah dikencengin sampai nunda (wajib) jamaah isya'nya. udah nunda, ba'diyahnya yang notabene waktunya jauh lebih longgar, malah ditinggalin"
dari pengalaman itulah, yang bisa (insya allah) konsisten hadir cuma subuh doang, ya udah, aku mulai dari jamaah subuh. makanya muncullah tulisan (edaran) ini.
"gue gak peduli, pokoknya kelar adzan, sholat ringan 2 rokaat. qomat!"
surat edarannya, kayak gini nih:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Jumat pagi, tanggal 16 mei 2008, lebih setahun yang lalu, ketika jadwal subuh 04:36 dan, masjid mulai berkumandang adzan, aku bukannya segera ke mesjid. Tapi, aku malah mandi, sholat qobliyah dua rokaat dirumah. “Ah, paling juga lama qomatnya”, batinku.
Baru kemudian melangkah kaki ke mesjid. Hasilnya? Jam 04:50 masih belum qomat juga! Aku lihat masih ada satu orang sedang sholat sunnah. “Datang telat, masih mau dapet sunnat. Mending kalau sesekali. Ini, sering kali!”, batinku lagi.
Ketika itu, ustadz Danny sudah rajin ngebangunin sedari jam 04:15. Ironisnya, tetap saja, jamaah datang telat. Walaupun rentang waktu (rata-rata 10 menit antara adzan dan iqomah) diperpanjang lagi, tetap saja ada yang masbuq.
Jamaah ketika itu, berkisar 30-an orang. Barisan depan full (19 orang), barisan kedua jarang full. Sesekali nambah dibarisan ketiga 3 atau 4 orang. Sehingga jamaah paling banter 39 orang.
Setahun aku tunggu, masih tidak ada perubahan. Kini, 2009 masih tetap sama. Antara adzan dan iqomah tetap lama, sementara jamaah tetap itu-itu juga.
Keutamaan Shalat Fajr (Qabliyah Shubuh)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”
Makna Kalimat :
Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.
lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.
Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]
Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”
“Ya Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah?”, seorang shahabat bertanya. “Sholat tepat pada waktunya”, dijawab oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.
Alangkah indahnya kalau jam setengah lima, delapan menit sebelum masuk waktu adzan sudah tiba di masjid. Sholat tahiyatul masjid 2 rokaat. Langsung sholat qobliyah subuh 2 rokaat. Hal ini sangat mungkin bagi yang pengin qobliyah subuhnya dipanjangin (agak lama maksudnya).
Atau juga, boleh juga qobliyah dua rokaat dilakukan dirumah. Baru kemudian melangkahkan kaki ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah.
Memang ada yang bilang, “jika engkau mendatangi masjid untuk sholat berjamaah sedangkan iqomat belum didirikan, maka sholatnya dua rokaat”. Di sisi lain, yang biasa adzan, “jangan dirikan iqomat ketika masih ada orang yang sholat sunnah”.
Hasilnya, saling tunggu padahal, muadzin adalah sekaligus timer. Bayangkan seorang timer diperempatan jalan, lantas tidak segera meniup peluit kalau belum habis pengendara dari arah kiri. Kapan yang dari arah kanan mau dapet giliran?
Begitu pula, kalau nungguin selesai qobliyah baru iqomat, apakah lebih utama menunda sholat fardhu (jamaah subuh)?
Atau, boleh juga kalau dijalanin seperti (hadits) ini. Sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan bagi muadzin untuk menyegerakan iqomat:
Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]
Jalan satu-satunya, begitu selesai kumandang adzan subuh, kasih kesempatan dua rokaat qobliyah ringan (sebagaimana hadits diatas), langsung iqomat. Insya Allah, dengan cara seperti ini, jamaah blok A akan terbiasa disiplin “datang kemasjid lima atau sepuluh menit sebelum masuk waktu”. Dan, tidak ada lagi mengulur jamaah subuh. Wallahu A’lam.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Jumat, 19 Juni 2009
burung blo'on
petikan "kira-kira loh ya", ustadz yusuf mansur dalam taujih dhuha. gak persis kayak gini sih, cuma, latihan mengingat sambil nulis aja.
dalam sebuah pertemuan ilmu, seorang guru bertanya pada muridnya , "burung apa yang gak bisa terbang?"
ada yang menjawab burung sakit. burung kejepit, burung tenggelam, burung patah sayap. beragam dah pokoknya. kemudian, dilanjut sama guru tadi. "yang benar adalah burung malas", katanya.
namanya burung tentu punya sayap. udah tahu punya sayap, kenapa gak terbang. padahal terbang itu indah, bisa melihat angkasa. melihat keindahan alam. menikmati semesta. boleh jadi karena memang bener-bener pemalas atau, tidak ada rasa ketertarikan sama keindahan. mati rasa dah pokoknya.
lebih parah lagi, kalau ada burung yang gak bisa terbang karena dia gak tahu kalau sebenarnya dia punya sayap, gak nyadar. jelas-jelas nempel di badan, koq sampai tidak merasa. burung apa klo seperti ini namanya? jelas aja burung bego. bahlul. tolol. blo'on. trus, apa lagi?
itu burung loh.
sekarang yang berhubungan dengan manusia. kewajiban manusia sebenarnya cuma satu loh. apa itu? sholat. berarti orang hidup didunia mesti sholat terus dong. ibadah terus dong. gak perlu nyari dunia! kacau itu mah!
tahan dulu. bukan itu penjabarannya. "amalan yang lain itu tergantung sholatnya. kalau sholatnya baik, maka baik seluruh amalannya. begitu pula kalau jelek sholatnya, jelek pula seluruh amalannya". dari sini jelas, bahwa sholat ialah indikator utama untuk menilai amalan seseorang. kalau hidupnya amburadul, sementara ngakunya sholatnya bener. trus, gimana tuch? tampangnya alim, jenggotnya panjang, jidatnya hitam, tapi, kelakuannya kacau. trus, gimana juga tuch? emang bisa yang kayak gitu dikatakan sholatnya bagus?
soal sholat bagus ini, ada juga tuntunannya. ibarat burung, sholat juga punya sayap. apaan tuch? qobliyah ba'diyah, tentu saja. kalau ada orang yang masih belum ngejalanin sunnat rowatib, bearti, tuch orang sama saja burung yang gak bisa terbang. bisa males. bisa blo'on.
tinggal pilih dah yang mana. klo males, berarti udah tahu klo sholat wajib itu ada qobliyah ba'diyah, tapi tetap aja gak dijalanin. kalau blo'on, berarti gak nyadar, alias gak tahu klo sholat wajib tuch ada qobliyah ba'diyahnya. udah berapa tahun ngejalanin sholat, masih gak paham soal "sayap" nya sholat wajib.
trus, dilanjut lagi nih. qobliyah ba'diyah itu, termasuk sunnah. tapi, muakkadah. sunnat yang dianjurkan. sangat dianjurkan. bagaimana mungkin burung bisa meresapi keindahan hidup, keindahan alam, keindahan semesta kalau tidak terbang. bagaimana mungkin sholat bisa mengarungi kenikmatan sipiritual kalau tidak disempurnain sama yang sunnah. gitu, sederhananya mah.
soal muakkadah ini, bukan cuma qobliyah ba'diyah doang. ada yang tak kalah penting juga. ialah dhuha. dan, masih banyak lagi. hanya saja, untuk dhuha memang kayak masih asing gitu. masih jarang orang ngejalanin. bagaimana sih, koq sampai orang pada jarang dhuha?
pertama, bisa jadi emang tuch orang kagak tahu. makanya kita kasih tahu. tentang fadhilahnya, keutamaannya, dan seluk beluk lainnya.
kedua, berada di lingkungan yang tidak me-familiar-kan dhuha. contoh saja kayak perkantoran, sekolahan, intansi pemerintahan. kalau tidak ada iklim per-dhuha-an, mana mungkin orang jadi tertarik buat ngelakuin. inilah, fungsinya membentuk serikat. koloni. komunitas. benahing bareng-bareng. biar kerja tuch ada maknanya. hidup ada maknanya. pokoknya penuh makna gitu dah.
ketiga, system pendidikan yang membentuk manusia, di indonesia ini, memang tidak ada yang me-wajib-kan dhuha sedari kecil. wajib disini kayak semacam kegiatan, "dilaharang masuk kelas sebelum sholat dhuha 2 rokaat". atau minimal, "setiap hari jumat pagi, seluruh siswa wajib dhuha bareng-bareng di lapangan. coba kalau dari kelas 1 sd sudah digalakkan kayak gitu. umur 30-an udah gak bakalan 'baru ribut' latihan dhuha dah. he..he..he..
dalam sebuah pertemuan ilmu, seorang guru bertanya pada muridnya , "burung apa yang gak bisa terbang?"
ada yang menjawab burung sakit. burung kejepit, burung tenggelam, burung patah sayap. beragam dah pokoknya. kemudian, dilanjut sama guru tadi. "yang benar adalah burung malas", katanya.
namanya burung tentu punya sayap. udah tahu punya sayap, kenapa gak terbang. padahal terbang itu indah, bisa melihat angkasa. melihat keindahan alam. menikmati semesta. boleh jadi karena memang bener-bener pemalas atau, tidak ada rasa ketertarikan sama keindahan. mati rasa dah pokoknya.
lebih parah lagi, kalau ada burung yang gak bisa terbang karena dia gak tahu kalau sebenarnya dia punya sayap, gak nyadar. jelas-jelas nempel di badan, koq sampai tidak merasa. burung apa klo seperti ini namanya? jelas aja burung bego. bahlul. tolol. blo'on. trus, apa lagi?
itu burung loh.
sekarang yang berhubungan dengan manusia. kewajiban manusia sebenarnya cuma satu loh. apa itu? sholat. berarti orang hidup didunia mesti sholat terus dong. ibadah terus dong. gak perlu nyari dunia! kacau itu mah!
tahan dulu. bukan itu penjabarannya. "amalan yang lain itu tergantung sholatnya. kalau sholatnya baik, maka baik seluruh amalannya. begitu pula kalau jelek sholatnya, jelek pula seluruh amalannya". dari sini jelas, bahwa sholat ialah indikator utama untuk menilai amalan seseorang. kalau hidupnya amburadul, sementara ngakunya sholatnya bener. trus, gimana tuch? tampangnya alim, jenggotnya panjang, jidatnya hitam, tapi, kelakuannya kacau. trus, gimana juga tuch? emang bisa yang kayak gitu dikatakan sholatnya bagus?
soal sholat bagus ini, ada juga tuntunannya. ibarat burung, sholat juga punya sayap. apaan tuch? qobliyah ba'diyah, tentu saja. kalau ada orang yang masih belum ngejalanin sunnat rowatib, bearti, tuch orang sama saja burung yang gak bisa terbang. bisa males. bisa blo'on.
tinggal pilih dah yang mana. klo males, berarti udah tahu klo sholat wajib itu ada qobliyah ba'diyah, tapi tetap aja gak dijalanin. kalau blo'on, berarti gak nyadar, alias gak tahu klo sholat wajib tuch ada qobliyah ba'diyahnya. udah berapa tahun ngejalanin sholat, masih gak paham soal "sayap" nya sholat wajib.
trus, dilanjut lagi nih. qobliyah ba'diyah itu, termasuk sunnah. tapi, muakkadah. sunnat yang dianjurkan. sangat dianjurkan. bagaimana mungkin burung bisa meresapi keindahan hidup, keindahan alam, keindahan semesta kalau tidak terbang. bagaimana mungkin sholat bisa mengarungi kenikmatan sipiritual kalau tidak disempurnain sama yang sunnah. gitu, sederhananya mah.
soal muakkadah ini, bukan cuma qobliyah ba'diyah doang. ada yang tak kalah penting juga. ialah dhuha. dan, masih banyak lagi. hanya saja, untuk dhuha memang kayak masih asing gitu. masih jarang orang ngejalanin. bagaimana sih, koq sampai orang pada jarang dhuha?
pertama, bisa jadi emang tuch orang kagak tahu. makanya kita kasih tahu. tentang fadhilahnya, keutamaannya, dan seluk beluk lainnya.
kedua, berada di lingkungan yang tidak me-familiar-kan dhuha. contoh saja kayak perkantoran, sekolahan, intansi pemerintahan. kalau tidak ada iklim per-dhuha-an, mana mungkin orang jadi tertarik buat ngelakuin. inilah, fungsinya membentuk serikat. koloni. komunitas. benahing bareng-bareng. biar kerja tuch ada maknanya. hidup ada maknanya. pokoknya penuh makna gitu dah.
ketiga, system pendidikan yang membentuk manusia, di indonesia ini, memang tidak ada yang me-wajib-kan dhuha sedari kecil. wajib disini kayak semacam kegiatan, "dilaharang masuk kelas sebelum sholat dhuha 2 rokaat". atau minimal, "setiap hari jumat pagi, seluruh siswa wajib dhuha bareng-bareng di lapangan. coba kalau dari kelas 1 sd sudah digalakkan kayak gitu. umur 30-an udah gak bakalan 'baru ribut' latihan dhuha dah. he..he..he..
Selasa, 16 Juni 2009
mulut berkoar
salah satu korupsi waktu yang aku lakukan di kantor ialah, sesekali, ngobrol via lotus notes. email. dan, ini salah satu obrolan itu. awalnya, ada sebuah pertanyaan pribadi. saling timpali, ahirnya malah jadi diskusi. kayaknya bagus juga kalau di share di blog ini. akur?
(+) segala milik allah, akan kembali kepada allah. apa apa yang ada pada setiap manusia hanya titipan. dan, akan diambil dengan cara sukarela ataupun dipaksa. contoh kasus udah banyak banget. sebut saja si fulan, duapuluh tahun bekerja dan tidak pernah nyisihin sedikitpun untuk di jalan allah. Kalau menilik umur sih, si fulan ini baru 45-an tahun usia. Tapi, kakinya tuch udah mulai masalah, awalnya. Ini signal, sebenarnya mah. Hanya saja, teuteup aja di cuekin. Masih terus ngumbar syahwat duniawi. wal hasil, giliran udah masuk masa pensiun, segala tabungan udah banyak, ada aja kendala buat tuch orang gak bisa nikmatin apa yang udah dirancangnya. Maksudnya sih masa tua tinggal ongkang-ongkang kaki, nikmatin segala tabungan, rumah udah gedhe, anak-anak udah pada sukses dan mandiri secara materi. Hanya dia lupa, harta silahkan ditabung, tapi kesehatan ?
entah kaki lumpuh lah. entah strok bertahun-tahun sebelum ajal lah. entah, anak yang kena getah lah badung biang kerok tukang bikin onar tidak sesuai pengharapan lah. entah melalui penipuan lah. entah apa lah. pokoknya banyak macem dah. dan allah kuasa atas segala kehendaknya. Allah maha penyayang akan hamba-hambanya makanya ada yang disegerakan disiksa didunia. Biar nyadar. Biar segera bertaubat. Karena, azab setelah kehidupan dunia tuch bener-bener sangat pedih. Kalau allah gak maha penyayang mah, udah aja, dicuekin, malah diumbar.
contoh paling gamblang dah, ini terjadi pada ku. gak usah ngambil contoh orang lain. Takutnya malah tersinggung pula.
Gue tuch lagi sibuk-sibuknya nabung, buat nyiapin anak masuk sekolah ama kenaikan kelas. entah darimana angin berembus tiba-tiba mertua datang. bilang "butuh duit sekian juta buat keperluan ini ini ini dan ini", katanya.
dengan terpaksa atau sukarela tuch duit keluar juga. Entah perasaan gak enak. Entah apa. Pokoknya, ujung-ujungnya tuch duit keluar aja. Bahkan, karena masih kurang, gue mesti nyari tambahan buat pinjeman juga.
ngeluarin duit dengan cara seperti ini baik atau buruk?
baik dong! Kan ngebantuin mertua. eh, belum tentu. tergantung hati-nya. bisa jadi ya. bisa jadi gak. ini adalah skenario allah agar kita, eh sori gue maksudnya, ngeluarin duit buat sedekah. buat nolongin mertua. walau rela ataupun setengah rela. duit udah jelas keluar tuch.
itu, hanya skenario yang sangat halus. sekilas memang nampak kebaikan. nolongin mertua. tapi, hati orang siapa tahu? Bisa jadi, imbas dari kelakuan masa lalu juga. Biar agak entengan siksanya kelak, maka sama allah disuruh sedekah. Disuruh ngebelanjain harta buat ngeringanin orang lain. “siapa yang meringankan beban orang lain ketika masih didunia, maka allah akan meringankan bebannya”, gitu kan kata rasulullah.
ada juga temen pernah cerita. saat lagi rajin nabung buat ini itu. setelah ngumpul lumayan banyak. ada aja urusan. siapa punya kuasa?
jadi, kalau gak dilatih dari sekarang. kapan lagi. gimana akur?
(-) ya benar.
aku tuh kan sekarang mulai nabung nih ceritanya. tapi....... terkadang ada rasa itu duit pengen buat sedekah. di satu sisi ntar gak ngumpul dong, gimana mau merealisasi yg udah di otak nih.
selalu begitu. tapi alhamdulillah kuat yg pengen sedekahnya. tapi... ya..tapi lagi nih. realisasi sedekahnya masih dikit. berarti masih pelit ya.
dasar setan dgn segala cara menggoda umat manusia agar tidak melakukan hal² yg baik.
terkadang muncul pikiran klo kita sedekah, pasti allah akan membalas sedekah kita (hitungan bgt ya..... ) tapi itulah paling nggak cara agar mau ngeluarin sedekah.
ya....begitu itu lah. terkadang iman kuat, alhamdulillah lidah ini selalu di mudahkan dalam mengingat allah (zikrullah). terkadang masih ndengerin sambil nyanyi lagu² Ungu, Gigi, dll.
terkadang pengennn............ bgt sampe² diniatin ntar malam tahajud ah.... (Alhamdulillah skrg sampe 13 rakaat didahului dgn sholat taubat diakhiri witir)
terkadang muncul malessss............. bgt mau bangun.
setan....... setan....... awas loe ya tan.
(+) sori, tadi buru-buru. udah tinggal 5 menit lagi masuk dhuhur soalnya. jadinya, nulis sepenggal doang. yang mau aku bilang sih, soal ikhlas atau enggak, itungan atau enggak, itu bukan urusan manusia lagi. itu udah hak mutlak allah. baca dech, ma edisi 62 halaman 21 tajuknya mutiara sakinah.
sebagian sahabat, yaitu hudaifah berkata, 'jauhilah dari kalian khusyu' yang munafik', 'apa khusyu' munafik itu?' dia menjawab, 'badan terlihat khusyu' namun hati tidak khusyu'. umar bin khattab melihat seorang menundukkan kepalanya dalam shalat, kemudian berkatan, 'wahai pemilik kepala, angkatlah kepalamu karena khusyu' itu bukanlan di kepala. sesungguhnya khusyu' itu ada dalam hati. pernah gak lihat orang pakaiannya gamis abis, mulutnya juga latah sama lafadz ilahi. Sebentar-sebenatar “astaghfirullah. Subhanallah. Masya allah,…..” sementara, kelakuan (akhlaknya) masih gitu-gitu aja. Hatinya keras. Susah menolong. Sholat hobynya masih diakhir waktu. Tapi, kita mesti dilatih untuk khusnudzan. Prasangka baik kepada siapapun. Kalau memang ada melenceng dikit,ya, kasih tahu aja. Gak usah di skak mat gitu.
aisyah melihat seorang pemuda yang berjalan dan berlaku seolah-olah orang mati (lemah gemulai, cenderung lemas memprihatinkan) dalam berjalannya. dia bertanya pada teman-temannya, 'siapa mereka?' mereka menjawab, 'mereka adalah ahli ibadah.' dia berkata, 'sesungguhnya umar bin khattab bila berjalan, maka dia melakukannya dengan cepat, bila berbicara maka dia memperdengarkan suaranya, bila memukul maka pukulannya membuat orang merasakan sakit, dan bila dia memberi makanan maka dia akan mengenyangkan orang. dia adalah ahli ibadah yagn sejati.'
banyak yang kejebak memang. dikira diri sudah ikhlas. sudah benar. sudah khusyu'. tak tahunya, sebenarnya hanya syetan yang menjelma. ditutup-tutupin serapet bener. dilemes-lemesin serapi bener. eh, justru terjebak sama ghuluw alias berlebih-lebihan.
"segala kehormatan, segala kemuliaan, segala kebahagiaan, segala kebaikan, hanya milik allah." (ikrar ini dibaca setiap tasyahud, pahami dan resapi maknanya) tidak ada cara lain lagi kecuali bersimpuh memohon dengan segala kehinaan diri, degnan segala kehambaan diri, dengan segala kerendahan diri, hanya kepada allah saja.
jadi, kalaupun sekarang baru belajar sedekah, belajar infaq, belajar dhuha, belajar tahajjud, belajar puasa, ya udah, jalanin aja. soal ikhlas atau enggak, khusyu' atau enggak, gak usah dipikirin. serahin aja sama allah. mohon dibukakan hati (yaa fattahu) biar bisa mengakses ikhlas. mengakses khusyu'.
ada seorang tua berkunjung kerumah anaknya. udah sering sih. hanya saja karena tuch rumah berada di komplek. terkadang suka bingung juga. muter kesono kemari gak ketemu-ketemu juga. giliran udah nyampe, si anak cuma bilang, "ibu, bersyukurlah masih dikaruniai bingung di dunia ini. itu suatu pertanda bahwa segala sesuatu perlu bekal. perlu ilmu. perlu pengetahuan. kalau cuma bingung di dunia, masih bisa nanya. kalau bingung diakherat?", kata si anak. karena emang si ibu ini ternyata masih kacau soal ibadah. padahal udah 55 tahun.
kesimpulannya, "segala sesuatu memang harus dilatih". lebih cepat lebih baik. kalau udah bisa sampai pool 11 rokaat tahajjud. tinggal tingkatin lagi kualitasnya. baca lagi panduan sholatnya. biar makin meresap. "mau khusyu' atau enggak terserah allah aja, pokoknya gue jalanin", gitu.
share juga, semalem aku sempetin sholat tasbih jam tiga mulai, ternyata, paling cepet tuch 45 menit baru kelar. istirahat bentar, sambil sahur, terusin tahajjud, baru dapet 4 udah mau subuh. jadinya, witirnya dimasjid. wah, udah kalah nih aku, cuma 4 doang tahajjudnya. mesti ngejar lagi nih :) yuk berlomba buat bagusin ibadah. soal mau dapat keutamaan atau tidak. kebaikan atau tidak. kembali lagi ke yang berhak diibadahi. terus memohon dan berserah diri. Gimana, akur?
(+) segala milik allah, akan kembali kepada allah. apa apa yang ada pada setiap manusia hanya titipan. dan, akan diambil dengan cara sukarela ataupun dipaksa. contoh kasus udah banyak banget. sebut saja si fulan, duapuluh tahun bekerja dan tidak pernah nyisihin sedikitpun untuk di jalan allah. Kalau menilik umur sih, si fulan ini baru 45-an tahun usia. Tapi, kakinya tuch udah mulai masalah, awalnya. Ini signal, sebenarnya mah. Hanya saja, teuteup aja di cuekin. Masih terus ngumbar syahwat duniawi. wal hasil, giliran udah masuk masa pensiun, segala tabungan udah banyak, ada aja kendala buat tuch orang gak bisa nikmatin apa yang udah dirancangnya. Maksudnya sih masa tua tinggal ongkang-ongkang kaki, nikmatin segala tabungan, rumah udah gedhe, anak-anak udah pada sukses dan mandiri secara materi. Hanya dia lupa, harta silahkan ditabung, tapi kesehatan ?
entah kaki lumpuh lah. entah strok bertahun-tahun sebelum ajal lah. entah, anak yang kena getah lah badung biang kerok tukang bikin onar tidak sesuai pengharapan lah. entah melalui penipuan lah. entah apa lah. pokoknya banyak macem dah. dan allah kuasa atas segala kehendaknya. Allah maha penyayang akan hamba-hambanya makanya ada yang disegerakan disiksa didunia. Biar nyadar. Biar segera bertaubat. Karena, azab setelah kehidupan dunia tuch bener-bener sangat pedih. Kalau allah gak maha penyayang mah, udah aja, dicuekin, malah diumbar.
contoh paling gamblang dah, ini terjadi pada ku. gak usah ngambil contoh orang lain. Takutnya malah tersinggung pula.
Gue tuch lagi sibuk-sibuknya nabung, buat nyiapin anak masuk sekolah ama kenaikan kelas. entah darimana angin berembus tiba-tiba mertua datang. bilang "butuh duit sekian juta buat keperluan ini ini ini dan ini", katanya.
dengan terpaksa atau sukarela tuch duit keluar juga. Entah perasaan gak enak. Entah apa. Pokoknya, ujung-ujungnya tuch duit keluar aja. Bahkan, karena masih kurang, gue mesti nyari tambahan buat pinjeman juga.
ngeluarin duit dengan cara seperti ini baik atau buruk?
baik dong! Kan ngebantuin mertua. eh, belum tentu. tergantung hati-nya. bisa jadi ya. bisa jadi gak. ini adalah skenario allah agar kita, eh sori gue maksudnya, ngeluarin duit buat sedekah. buat nolongin mertua. walau rela ataupun setengah rela. duit udah jelas keluar tuch.
itu, hanya skenario yang sangat halus. sekilas memang nampak kebaikan. nolongin mertua. tapi, hati orang siapa tahu? Bisa jadi, imbas dari kelakuan masa lalu juga. Biar agak entengan siksanya kelak, maka sama allah disuruh sedekah. Disuruh ngebelanjain harta buat ngeringanin orang lain. “siapa yang meringankan beban orang lain ketika masih didunia, maka allah akan meringankan bebannya”, gitu kan kata rasulullah.
ada juga temen pernah cerita. saat lagi rajin nabung buat ini itu. setelah ngumpul lumayan banyak. ada aja urusan. siapa punya kuasa?
jadi, kalau gak dilatih dari sekarang. kapan lagi. gimana akur?
(-) ya benar.
aku tuh kan sekarang mulai nabung nih ceritanya. tapi....... terkadang ada rasa itu duit pengen buat sedekah. di satu sisi ntar gak ngumpul dong, gimana mau merealisasi yg udah di otak nih.
selalu begitu. tapi alhamdulillah kuat yg pengen sedekahnya. tapi... ya..tapi lagi nih. realisasi sedekahnya masih dikit. berarti masih pelit ya.
dasar setan dgn segala cara menggoda umat manusia agar tidak melakukan hal² yg baik.
terkadang muncul pikiran klo kita sedekah, pasti allah akan membalas sedekah kita (hitungan bgt ya..... ) tapi itulah paling nggak cara agar mau ngeluarin sedekah.
ya....begitu itu lah. terkadang iman kuat, alhamdulillah lidah ini selalu di mudahkan dalam mengingat allah (zikrullah). terkadang masih ndengerin sambil nyanyi lagu² Ungu, Gigi, dll.
terkadang pengennn............ bgt sampe² diniatin ntar malam tahajud ah.... (Alhamdulillah skrg sampe 13 rakaat didahului dgn sholat taubat diakhiri witir)
terkadang muncul malessss............. bgt mau bangun.
setan....... setan....... awas loe ya tan.
(+) sori, tadi buru-buru. udah tinggal 5 menit lagi masuk dhuhur soalnya. jadinya, nulis sepenggal doang. yang mau aku bilang sih, soal ikhlas atau enggak, itungan atau enggak, itu bukan urusan manusia lagi. itu udah hak mutlak allah. baca dech, ma edisi 62 halaman 21 tajuknya mutiara sakinah.
sebagian sahabat, yaitu hudaifah berkata, 'jauhilah dari kalian khusyu' yang munafik', 'apa khusyu' munafik itu?' dia menjawab, 'badan terlihat khusyu' namun hati tidak khusyu'. umar bin khattab melihat seorang menundukkan kepalanya dalam shalat, kemudian berkatan, 'wahai pemilik kepala, angkatlah kepalamu karena khusyu' itu bukanlan di kepala. sesungguhnya khusyu' itu ada dalam hati. pernah gak lihat orang pakaiannya gamis abis, mulutnya juga latah sama lafadz ilahi. Sebentar-sebenatar “astaghfirullah. Subhanallah. Masya allah,…..” sementara, kelakuan (akhlaknya) masih gitu-gitu aja. Hatinya keras. Susah menolong. Sholat hobynya masih diakhir waktu. Tapi, kita mesti dilatih untuk khusnudzan. Prasangka baik kepada siapapun. Kalau memang ada melenceng dikit,ya, kasih tahu aja. Gak usah di skak mat gitu.
aisyah melihat seorang pemuda yang berjalan dan berlaku seolah-olah orang mati (lemah gemulai, cenderung lemas memprihatinkan) dalam berjalannya. dia bertanya pada teman-temannya, 'siapa mereka?' mereka menjawab, 'mereka adalah ahli ibadah.' dia berkata, 'sesungguhnya umar bin khattab bila berjalan, maka dia melakukannya dengan cepat, bila berbicara maka dia memperdengarkan suaranya, bila memukul maka pukulannya membuat orang merasakan sakit, dan bila dia memberi makanan maka dia akan mengenyangkan orang. dia adalah ahli ibadah yagn sejati.'
banyak yang kejebak memang. dikira diri sudah ikhlas. sudah benar. sudah khusyu'. tak tahunya, sebenarnya hanya syetan yang menjelma. ditutup-tutupin serapet bener. dilemes-lemesin serapi bener. eh, justru terjebak sama ghuluw alias berlebih-lebihan.
"segala kehormatan, segala kemuliaan, segala kebahagiaan, segala kebaikan, hanya milik allah." (ikrar ini dibaca setiap tasyahud, pahami dan resapi maknanya) tidak ada cara lain lagi kecuali bersimpuh memohon dengan segala kehinaan diri, degnan segala kehambaan diri, dengan segala kerendahan diri, hanya kepada allah saja.
jadi, kalaupun sekarang baru belajar sedekah, belajar infaq, belajar dhuha, belajar tahajjud, belajar puasa, ya udah, jalanin aja. soal ikhlas atau enggak, khusyu' atau enggak, gak usah dipikirin. serahin aja sama allah. mohon dibukakan hati (yaa fattahu) biar bisa mengakses ikhlas. mengakses khusyu'.
ada seorang tua berkunjung kerumah anaknya. udah sering sih. hanya saja karena tuch rumah berada di komplek. terkadang suka bingung juga. muter kesono kemari gak ketemu-ketemu juga. giliran udah nyampe, si anak cuma bilang, "ibu, bersyukurlah masih dikaruniai bingung di dunia ini. itu suatu pertanda bahwa segala sesuatu perlu bekal. perlu ilmu. perlu pengetahuan. kalau cuma bingung di dunia, masih bisa nanya. kalau bingung diakherat?", kata si anak. karena emang si ibu ini ternyata masih kacau soal ibadah. padahal udah 55 tahun.
kesimpulannya, "segala sesuatu memang harus dilatih". lebih cepat lebih baik. kalau udah bisa sampai pool 11 rokaat tahajjud. tinggal tingkatin lagi kualitasnya. baca lagi panduan sholatnya. biar makin meresap. "mau khusyu' atau enggak terserah allah aja, pokoknya gue jalanin", gitu.
share juga, semalem aku sempetin sholat tasbih jam tiga mulai, ternyata, paling cepet tuch 45 menit baru kelar. istirahat bentar, sambil sahur, terusin tahajjud, baru dapet 4 udah mau subuh. jadinya, witirnya dimasjid. wah, udah kalah nih aku, cuma 4 doang tahajjudnya. mesti ngejar lagi nih :) yuk berlomba buat bagusin ibadah. soal mau dapat keutamaan atau tidak. kebaikan atau tidak. kembali lagi ke yang berhak diibadahi. terus memohon dan berserah diri. Gimana, akur?
Senin, 08 Juni 2009
hina & mulia
"Nahnu qaumun a'azzanallah bil islam, famahma nabtaghi izzah, bi ghairi ma a'azzanallah, adzallanallahu."
kita adalah kaum yang hina, kemudian allah muliakan kita dengan islam, maka barang siapa yang mencari kemuliaan selain dengan apa yang allah muliakan kita, maka allah pasti akan menghinakan kita.
sudah sepantasnya ungkapan, "islam tidak butuh kamu. kamulah yang butuh islam"
lantas, hatiku semakin kecut saja tatkala dibilang, "pabrik tidak butuh kamu. kamulah yang butuh pabrik ini". hanya saja, ketika dikatakan "makanya, jadilah pekerja yang dapat diandalkan.", aku pun berbesar hati dan bertekad bekerja dengan segala kesungguhan.
"kemuliaan itu tidak terletak pada pakaian dan tunggangan, namun, terletak pada jiwa seseorang", umar ibnul khattab.
kita adalah kaum yang hina, kemudian allah muliakan kita dengan islam, maka barang siapa yang mencari kemuliaan selain dengan apa yang allah muliakan kita, maka allah pasti akan menghinakan kita.
sudah sepantasnya ungkapan, "islam tidak butuh kamu. kamulah yang butuh islam"
lantas, hatiku semakin kecut saja tatkala dibilang, "pabrik tidak butuh kamu. kamulah yang butuh pabrik ini". hanya saja, ketika dikatakan "makanya, jadilah pekerja yang dapat diandalkan.", aku pun berbesar hati dan bertekad bekerja dengan segala kesungguhan.
"kemuliaan itu tidak terletak pada pakaian dan tunggangan, namun, terletak pada jiwa seseorang", umar ibnul khattab.
Rabu, 03 Juni 2009
capek - catatan pendek
Allah bisa masuk lewat pintu manasaja, jangan sampai harus nunggu lewat kesusahan. kehilangan. bencana. justru berbahagialah dengan banyak-banyak bersyukur agar semakin ditambah nikmat padamu. bersyukurlah jika Allah masuk lewat pintu kekayaan. bersabarlah jika sebaliknya.
dengan masalah mungkin kita bisa ingat kepada Allah. cuma, begitu masalah diangkat, lantas diberi kemudahan, kemudahan, kemudahan, eh, justru malah semakin lupa. pantas aja kalau disebut dalam alquran "qoliilan ma tasykurun - sedikit sekali kamu bersyukur".
orang yang biasa bangun dipenghujung malam biasanya ada tiga hal : karena masalah, karena bersyukur (lantaran sehat misalnya), dan, karena pengin semakin deket sama allah. ada di level mana anda?
dengan masalah mungkin kita bisa ingat kepada Allah. cuma, begitu masalah diangkat, lantas diberi kemudahan, kemudahan, kemudahan, eh, justru malah semakin lupa. pantas aja kalau disebut dalam alquran "qoliilan ma tasykurun - sedikit sekali kamu bersyukur".
orang yang biasa bangun dipenghujung malam biasanya ada tiga hal : karena masalah, karena bersyukur (lantaran sehat misalnya), dan, karena pengin semakin deket sama allah. ada di level mana anda?
Langganan:
Postingan (Atom)