Rabu, 25 Februari 2009

bankir sesa(a)t : tapak² sesat bangkitkan konspirasi

kontes sesat
Kocak, humoris, nyentrik. Itu kesan pertama menatap bankir sesa(a)t. Design cover dominan kuning klasik disuguhi gambar manusia klimis bertampang (di) iblis (-iblisin) mengingatkan masa kecil saat menempel gampar kepala dengan pas photo ukuran 10R kiai sharmin -musuh Flash Gordon. Kalau zaman sekarang mungkin sekelas Power Ranger atau Mask Rider Kuuga. Jagoan dalam angan-angan.

Kalau buku ini sampai jatuh ketangan autis, sontak berubah jadi dewa ketawa. Ngakak tiada henti. Kalau kebaca sama orang gila, langsung waras deh. Kasihan dokter kejiwaan, keserobot job-nya lantaran pasien menurun drastis. Stress, putus asa, gelisah, linglung. Apa lagi? Depresi, mungkin. Lenyap sebelum berkedip. Iblis klimis bertampang ganteng bertanduk nongkrong di sampul depan, narsis abis. Ini saja sudah cukup menggerakkan urat bibir buat mencibir – eh, nyengir maksudnya. Menahan geli.

Langsung halaman terakhir (cover dalam) terutama pembaca yang diuber janda beranak lima minta dinafkahi secara ekonomi, hilang tegang – muncul riang baca selembar ini saja. Urat penasaran segera pengin ketawa lebih ngakak menyendul-nyendul tirani (dan benteng) depresi. Profil penulis “… umur 17 tahun, oke..oke… korupsi 11 tahun, itung sendiri deh…” tengil abis kan? Belum lagi monyet piaraan ikut nampang disitu. Jadi inget si kaca mata dari goa hantu. Si buta apa si kaca mata, jadi lupa. Mirip banget sih.

Hidup ini hanya canda gurau. Just relax, please! Kalau Butet Kertaredjasa bilang “Urip mung mampir ngguyu” diabadikan dalam “presiden guyonan”. Ichanx lain lagi, “maka, sesungguhnya beserta kesukaran ada kemudahan. Sesungguhnya, beserta kesukaran ada kemudahan”. Loh, ini kan QS al-insyirah (kelapangan) : 4-5? Ketinggian! Yang bener klo versi Ichanx tuch “di balik kejadian ada yang pantas diketawa(korban)kan”. Dalam arti, setiap tapak sejarah pasti ada sisi ketawanya. Tergantung sudut pandang.

Lebih lanjut baca buku ini, tak tidur semaleman pun masih bisa fresh. Liku-liku menjadi bankir ”professsional” dengan tiga “s” (karena klo dua s, benar. Ini kelewat pro) dikemas kocak penuh canda. Makna, jelas ada. Pelajaran, ada juga. Dari sudut makhluk unik tentunya. Menunjukkan tak ada lagi perlu di bikin pusing problematika hidup. Kalau anda, pembaca belum masuk kategori unik berarti tidak masuk hitungan dapat mencerna hikmah. Walaupun baca sepuluh kali sambil merem sekalipun.

Ada sesuatu yang rawan menyebar, menjangkiti setiap pembaca. Lebih parah lagi setiap menatap sampul depan. Sesuatu itu adalah semacam kuman yang membikin gatal untuk segera bikin blog, nulis catatan harian, dari paling pendek, sedang, sampai panjang. Dari biasa, rahasia sampai paling pribadi. Gawat! Sampai kebaca anggota DPR, bisa bersih koruptor. Tumpas abis oleh pengakuan sendiri. Bangga lagi. Ini loh trik korupsi paling jitu hasil kreasiku, katanya. Jangan sembarang baca kalau tidak siap mental, bisa-bisa komunitas bloger dengan predikat new comer tumbuh pesat. Program KB digalakkan lagi. “punya blog dibatasin cukup dua saja!” Kasihan juragan bandwich makin kaya, kebanjiran iklan.

Tapak-tapak sesat seperti ini (mepublikasi ketengilan lewat dunia blog akhirnya jadi buku), dapat membangkitkan konspirasi mesum. Setiap blog, berisi puluhan, bahkan ratusan pengakuan dosa (tanpa merasa berdosa). Penyelewengan, perselingkuhan, bahkan berapa kali ganti pacar dan cara pacaran pun di tulis juga. (* ada gak sih yang kayak gini. Ke depannya ada kali ya. Adain dong, ayo siapa berani duluan?) Kebanyakan memang catatan usil, sering disingkat cablak alias catatan blak-blakan.

Pembebasan! Inilah kata paling tepat. Zaman 1980-an, Pramoedya meluncurkan tetralogi pulau buru terdiri : bumi manusia, anak semua bangsa, jejak langkah dan rumah kaca. Pembebasan ideologi, pemikiran, perserikatan, benar-benar berlatar sejarah. Berawal pada 2004-an (sekarang berapa sih, 2009 ya) muncul karya pembebasan juga. Bedanya pembebasan diri dari pengungkapan segala hal paling pribadi. Raditya dika – kambing jantan, atau Pidi Baiq – drunken monster. Ada juga Ichanx dengan bankir sesa(a)t. Trus, who’s next?

Anda, pembaca. Hati-hati ketarik medan magnet –tapak-tapak sesat- ini. Satu hal pasti, diambil pelajaran dari Ichanx lewat buku bankir sesa(a)t. Setiap manusia butuh expresi, eksistensi – diakui keberadaan. Menulislah, maka kamu ada dan diakui anak cucu cicit. Sekedar ada sih dicatatan sipil pasti ada. Tapi, diakui anak cucu sampai cicit? Mesti dibuktikan lewat karya. Bebaskan segala beban (kehidupan) dengan berbagi. Kalau susah ngobrol, sahabat sejati langka, ya lewat blog. Diarynya dunia maya. Tak terbang ditiup angin, tak sobek diterpa hujan, tak karatan dijemur matahari.

Guratkan tapak-tapak sejarah lewat karya(tulis). Masa ejaan soewandi sudah lewat. EYD sudah telat. Sekarang zamannya EYP – Ejaan Yang di Pribadi kan. Alias ejaan suka-suka gue. Bayangkan, setiap orang punya ejaan pribadi, berapa edisi lagi mesti ditempuh bahasa bangsa ber-reinkarnasi untuk menjadi aslinya kembali.

Yuk! Rame-rame nulis blog. Para editor penerbitan sedang mencari mangsa, bloger mana mau dibukukan menyusul Ichanx. Bikin anak anda bangga dengan bonyoknya lewat karya. Kalau belum bisa EYS –Ejaan Yang di Sastra kan, pakai EYP juga boleh koq. Atau EYK – Ejaan Yang di Kacau kan, seperti komentar ini.

Gimana cara (belajar) nulisnya? Baca buku Ichanx –bankir sesa(a)t. Ganti aja peristiwanya dengan apa yang anda alami. Jadi deh, warisan keramat. Mau, mau, mau?

Kamis, 12 Februari 2009

Aku: kumpulan daging tak berguna, hina!

hidup itu indah
membahagiakan
tak terbeli oleh uang

sayang, banyak hal terbalik
harta dianggap kebahagiaan
jabatan, kekuasaan; tak ada beda sebenarnya
itu semua justeru membuat (jiwa) mati

tubuh elok nan indah
tapi mati
apa guna?
itulah hidup. tapi, mati.


Munajadku sore ini (ashar), kamis 12 february 2008.

Sampai masjid pas adzan. Jam 15:26. Aku berdiri. Menghormati. Jangan kau perdebatkan soal berdiri (diam) ini. Terkadang aku langsung sholat dua rokaat (tahiyatul masjid), baru, selesai adzan sholat lagi (dua rokaat qobla). Saat ini aku lebih memilih berdiri. Menyimak adzan. Menghayati kalimat demi kalimat dikumandangkan si budak (bilal) hitam legam empat belas abad lalu.

Tak cukup banyak jamaah hadir ketika qomat. Yang biasanya imam tak ada. Aku maju, “Luruskan shaf! Rapat!” kataku. Menebar pandangan, lihat wajah jamaah satu persatu. “Allohu Akbar!” takbiratul ikhram berikrar. Rokaat pertama, albagoroh 153 – 157: Allah beserta orang yang sabar. Cobaan sedikit takut, lapar, kurang harta, jiwa dan buah-buahan. Orang yang mendapat petunjuk dan keberkahan sempurna, berucap: innalillahi wa innailaihi rojiun. Rokaat kedua 256 – 257: tidak ada paksaan dalam agama. Telah jelas jalan yang benar dari pada sesat. Allah pelindung orang-orang beriman.

Setiap sujud dan rukuk, kuulang dalam hati (sekali) bacaan itu. Nikmat. Tenang. Fokus. Ada rasa lain menyusup dalam qolbu. Empat rokaat begitu (terasa) singkat.

“Assalamu ‘alaikum warah matullah…!” kusambung dengan bacaan pelan, kepala kembali ke depan, “wa barakaatuh”. Kemudian salam kedua sambil menoleh kiri. Pelan.

Aku istighfar. Beberapa kali aku tak hitung. Mungkin tujuh, mungkin sepuluh. Serasa Allah melihatku. Mengajak tersenyum. “Istighfar-lah, Aku maha menerima taubat” begitu bisik itu.

Tasbih, tahmid, takbir. Masing-masing 33 kali. Pelan. Meresap. Wajahku rilex dan menebar aura senyum (kalau ada bidadari melihatku, tentulah terpesona). Kurasakan itu. Badanku, imaginasiku, entah dimana. Serasa berada di dimensi lain. Aku tak tahu. Sudut mataku terhunjam persis menatap depan bawah.

Dan, aku berucap dalam hati. tanpa gerak isyarat bibir. Tanpa ekspresi wajah. Netral. Polos.

Sholawat dan salamku untuk kekasihMu, Muhammad manusia suci itu. Ampuni aku ya Rab. Jejak kakiku begitu berbekas onak, duri, lupa, khilaf, salah. Andai bukan Engkau, ya Allah, kemana hendak ku gadai dosa-dosa itu. Bumi bergoyang jika kubebankan dosa itu. Langit seketika menutup diri. Gunung gugur. Angin berhenti. Tak sanggup menopang berat dosaku. Hanya Engkau ya Allah, pengampunanMu jauh lebih agung. Aku beristighfar kepadaMu –astaghfirullahal adzim- kepadaMu ya Allah”.

Hatiku diam sejenak, pejam mata, tarik nafas. Jamaah mulai meninggalkan shaft, beranjak satu dua.

Ajari hamba dapat mencecap nikmatnya berdoa kepadaMu ya Allah. Engkau Maha Suci. Engkau Maha Bijaksana. Engkau Maha memberi Rahmat. Lembutkan hati hamba. Lembutkan hati istri hamba. Lembutkan hati anak-anak hamba. Lembutkan hati saudara-saudara hamba. Lembutkan hati orang-orang disekitar hamba. Engkaulah penggenggam hati, pembolak-balik hati setiap manusia. Tetapkan hati kami dalam ketaatan kepadaMu, ya Allah.”

Aku selingi dengan do’a dalam bahasa arab. Tinggal satu lagi orang duduk didepanku. Dan akhirnya,

Ajari aku untuk semakin dekat denganmu ya Allah. Perkenankan aku dekat denganMu. Berkenanlah Engkau aku dekati. Hanya dengan mengigatMu hati menjadi tenang, tenteram, damai. Tebarkan rahmatMu, tebarkan rejekiMu, anugerahkan kesehatan kepadaku. Untuk menyempurnakan ibadah kepadaMu.”

Aku hanya seonggok daging yang hina, jika tanpa belas kasihMu. Aku begitu lemah, tanpa kekuatan dariMu. Engkau yang maha perkasa. Aku begitu terpuruk dan terhina tanpa perlindunganMu. Aku begitu miskin dan papa, tanpa uluran pertolonganMu. Hanya Engkau yang maha kaya, raja diraja segala alam jagad raya. Alam semesta.”

Kembali, aku terdiam, tidak ada lagi jamaah di depanku. Semua telah beranjak. Pergi. Aku masih belum puas. Bernikmat-nikmat duduk, bermunajad. Semakin nikmat. Dan,

Engkau maha melihat kepapanku. Duhai dzat pemilik segala catatan. Tiada selembar daun gugur dari pokok, melayang ditiup angin, jatuh ketanah, tanpa sepengetahuanMu. CatatMu akan jalanku tidak tercecer dari masa laluku, masa kini, masa akan datang. Hapuslah catatan dosa-dosaku. Lurnturkan. Aku beristighfar, mohon ampun hanya padaMu, ya Allah. Terimalah ibadahku. Munajadku. Sungguh, Engkau maha mendengar jerit, lengking, tangis menyayat di hatiku.”

Diam lagi, tarik nafas (klo tarik kolor, bukan saatnya. Jelas itu), rasa tenang begitu menjalar di seluruh tubuh. Dan, kututup dengan…

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannasir. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Amin.”

Aku berdiri. Keluar masjid. Tak lupa sandal pakai dulu tentu. Masuk ruangan (kerja) lagi. 16:50. Aku tulis memoir ini. Untuk kubaca lagi. Kamu?

bumi ndang njempalit

zaman akhir pancen nyelot nyata
ing wayah semana mau
tanpa beda prawan utawa jaka
prawan keparep dadi jaka
jaka keparep dadi prawan
sing kudune ngandhut
pengine pethakilan
sing kudune ngayomi
senengane lelenggahan

luwih rowak rawik maneh
mbokne thole pegin macul
pakne thole kon sinau masak
ujare "lanangan kepenak, metu omah
katone golek pangupa jiwa. mulih-mulih nggawa randa.
tanpa ngerti
wong omah jumpalitan ngrumat kluarga"

salah?
ya ora, ning kan wis ana pesthine dhewe-dhewe
aja dumeh kartini wis lahir
banjur disalah-maknane

ya wis ben
zaman cen kudu bubar
cethakna anggonmu malih
cethakna clana ganti jarit,
jarit ganti clana

ngger wis kewolak-walik sak-kabehe
titenana
bumi njempalik
bubar tanpa makna
kabeh mung kagungange gusti kang maha kuwasa

ndang bali ana kodratmu

Rabu, 11 Februari 2009

takluk

teringat akan sejarah
bagaimana indian punah
ditaklukkan
dinasranikan
dipetanikan

pribadi hilang, cuma tahu cangkul

tanah disrobot
pabrik dan gedung didirikan
tak ada lagi pencaharian

tumpas.. pas..pas..pas...

indonesia?
kecil disekolahkan
goblok dipintarkan
besar dikuli(pabrik)kan
umur dibeli
tak ada kreasi

aku?
yaaaa gitu dech....

Rabu, 04 Februari 2009

memoar of talking-talking

via email :
(+) how are you

(-) alhamdulillah baik. kamu gimana ?
eh........aku mau tanya. klo aku pake user internet kamu, trus kamu masih bisa internetan jg gak ?
ihh....... aku bego bgt klo soal gini ginian. trus aku mau coba print A4, tapi sisi kanannya terpotong.
sedari tadi nyari gimana caranya spy bisa masuk terprint, blm dpt jg.

sorry......kok aku nyerocos aja.
kamu sehatkan ? ada apa ?

(+) pengin ngajakin chatting aja. siapa tahu kamu kangen. have more time for me?

(-) siapa kangen? enak aja, narsis lw gak ilang-ilang. boleh. dimana ?

(+) net meet aja. aku lupa ip kamu, berapa?

(-) xx.xxx.x.xx (sorry, terpaksa dirahasiain)


langsung dech, activin net meeting dan.....


[+] hai...

[-] ya :)

[+] lagi ngerjain apa? trus, tadi nanya apa? terganggu gak? kerjaan masih banyak yang perlu diselesaiin?

[-] hehehe.... udah bisa kok ngeprint resep kue dari internet. kerjaan ? ada. bisa sambil kerja kok. kamu terganggu gak klo aku sambil kerja ?

[+] lagi evaluasi master recipe cup noodle. sambil bikin analisa downtime. sekaligus prosess production line utilization. sekali genjot 5 layar sekaligus. but, aku masih enjoy. meskipun ditambah chatting dengan bidadaripun, justru makin enjoy.

[-] hehehee........ klo komp aku dah hang sekali genjot gitu.

[+] soal id internet, klo kamu lagi pakai otomatis aku gak bisa masuk lewat pintu yang sama. karena satu user hanya bisa dipakai oleh satu ip address. klo aku mau internetan, banyak user koq bisa aku akses. so, pakai aja selama kamu mau. tapi, klo kamu gak bisa masuk, berarti sedang ada yagn pakai. itu, user itu maksudna, sengaja milik rame-rame. biar temen-temen gak gaptek-gaptek amat.

[-] ohh.........gt. trus ketahuan gak user itu yg pake adalah komp aku.

[+] tergantung juga. selama masih akses website normal. lagi pula banyak yang di blog kok. kalau tahu emang kenapa? user itu bisa juga dipakai di jambi, cibitung, surabaya, entah sudah dimana lagi. gak usah dipusingin ketahuan atau tidak. karena biasanya hanya di trace kalau ada akses website yang tidak bertanggung jawab. misalnya : majalah porno dot com, dan sejenisnya.

[-] ohh........gt. tadi aku coba send resep kue ke emailnya kak lin, tapi gak bisa dibuka. kenapa ya ?

[+] resep gituan klo mau diemail mesti di copas dulu ke ms word baru disimpan dalam file. klo langsung send email otomatis ga bisa dibuka karena komputer penerima gak bisa online internet. resep apaan sih, jadi penasaran. blm pernah ngrasain hasilnya soalnya. tapi, klo yang masak kamu, apapun itu, pasti enak. hmmm, kapan ya nyampai kemari?

[-] cara copas (apaan tuh copas ?) ke ms word nya gimana ? hehee...resep² ringan buat cemilan. tadi sih print cake tapai kurma. aku suka baca² kuliner. tadi aku coba baca² fashion & beauty, tapi... gak kena dihati. hihihihi..... emang dasar gak suka fashion kali ya. pengen ngerasin masakan ku? blm tentu enak jg kok. pernah kok gagal padahal udah berkali kali buat selalu OK. heran aku.

[+] copas itu copy paste. caranya? masak ndak bisa. kan dirumah sudah ada internet. klo baca secara online, jebol lah pulsa. dengan cara copas, segala artikel bisa dibaca kapan saja.

[-] aku gak pernah internetan klo di rumah. jujur aku gak bisa. apanya yg di copy paste ?

[+] artikelnya itu. contoh nih, misalnya sedang online baca-baca tentang resep kuliner, klik aja dibagian awal tulisan trus tekan shit kemudian klick lagi dibagian akhir tulisan. atau dengan kata lain, sorot tuch artikel yang mau dibaca, trus tekan ctrl+c, buka ms word, tekan ctrl+v. nah, itu namanya copas. jadi, klo kebetulan ada artikel menarik dan panjang bisa di baca pada versi wordna. tak perlu online langsung. bisa perih mata.

[+] bentar, kebelakang dulu ya... panggilan alam. tak bisa dilawan, meski jenderal sekalipun masih kalah sama panggilan ini.

[-] lho....kok sama. aku jg baru memenuhi panggilan alam.

[+] i'm ready now. disini dingin, kencing melulu.

[-] hehehee...aku baru sekali.

[+] ada gosip terbaru ? si endang gimana kelanjutannya?

[-] gak tau. gak ada kabar.

[+] kasihan juga ya, klo sampai berlarut-larut.

[-] iya.

[+] kemarin, aku seharian test buat ppic spc tng. cuma bertiga sama iw, af-smg. krn, amn tdk datang. tahu kenapa.

[-] oh....... krn dari tgr ya ? klo amn kan surabaya.

[+] iya, klo krn aku gak begitu kenal, tdak konfirmasi. an, dia tidak tahu klo ada test, tidak disampaikan oleh atasannya. urusan internal lah. padahal, katanya, dua minggu yang lalu sudah ditawarin. an sendiri sudah bilang oke dan bersedia ikut kompetsisi.

[-] wah....kok gt ya atasannya. test susulan dong. kan kasihan jadi hilang kesempatan utk dia. hhmm...... apa mgkn af ya yg jadi ke tgr ? ah...siapapun psti OK lah. PPIC kan is the best.

[+] secara kemanusiaan, aku lebih mendukung af smg. apalagi ibunya kan ada dikebayoran baru, dia cuma tiga bersaudara. ayah kandung sudah meninggal. secara psikis ia ngarepin banget untuk bisa pindah. sudah hampir 2 tahun ini ia pegang section gudang rm. rasanya tak ada salahnya klo af menjadi pendekar ppic lagi. membela tgr. aku setuju itu.

[-] klo emang dia ngarepin, smoga dia dpt apa yg dia mau, dan itu emang baik buat dia ya. Klo ternyata itu gak baik buat dia, mending gak usah aja kan ?

[+] soal baik atau buruk, itu relatif. sudut pandang apa dia pakai. tapi, dari interview kemarin, rasa-rasanya mereka (4 tester, tr, ag, aw, dn) cenderung ke gue (narsis aja, modal pd). padahal gue yang paling selengekan. tapi, jujur. dalam hal etos dan keseriusan bekerja, af jauh lebih bagus ketimbang gue.

[-] loe nolak aja. kasih buat af. lagian loe kan jauh.

[+] mana bisa gitu. ketahuan lolos apa enggak aja gue gak tahu. kalau emang udah jelas nolak, udah dari sebelum test interview di skak mat sama dn "loe bener minat jadi ppic spv tgr?". gue jawab "minat, nanti. klo nanti udah jadi" jawabku. ketiga tester ketawa dikulum, dn justru merah mukanya (kale) "klo gak niat, ngapain lw ada diruangan ini", katanya "kluar aja lw sekarang, buang-buang waktu aja" tandasnya. dijawab gitu, langsung gw teriak,"siap!!" saat ditanya sekali lagi.

[-] heheee...loe jg sih. klo bener loe yg kepilih gmn ?

[+] urusan belakangan lah, gw gak mau ribet mikirin sekarang. blm jelas ini. yang udah jelas dipikirin aja banyak, keteteran malah. hanya saja, gw dah bilang ke wf perandaian ini, jalan keluar sementara, gw laju tiap hari ckr-tgr, atau juga gw kost, masih banyak diskusi lain sih. intinya, wf danjuga nimas ndak keberatan. bahkan mereka menyambut antusias "klo memang harus hijrah, kenapa tidak! siapa takut!" kata mereka. disambut lagi sibotak -rangga teriak "iya, apa tattut..!!!" sambil nyengir. padahal lagi asyik mainan susun kotak. eh, nyamber juga.

[-] klo mereka udah dukung ya syukur artinya loe gak terlalu berat utk kesana.

[+] gw gak minta mereka untuk mendukung. bebas, gw suruh kasih saran dan suara, dari mulai nimas sekolah, kemungkinan pindah, juga wf yang nantinya bisa banting tulang sendirian. otomatis ngadhepin dua anak sendirian. pagi mesti nyuci sendiri, urus rumah sendiri. ngajarin pelajaran juga. blm lagi ngajinya rangga, mainan. warung. wah...! bener-bener kerja keras. sementara aku sendiri, tahab awal-awal mesti konsen. itu semua hanya diskusi kecil. tetap dalam suasana riang sambil makan cemilan. aku cuma tekankan bahwa "klo memang jalannya seperti itu, kenapa harus melawan. semua sudah ada yang atur. kita punya tuhan, kita serahkan semuanya sama yang lebih berkuasa. toh kehendak mutlak berada ditangan tuhan. kita-manuasia cuma wayang yagn siap didorong kemana saja. bahkan klo emang diperintahkan untuk mati sekarang, siapa kuasa nolak? alhamdulillah, mereka paham.

[-] iya jg sih

[+] sampai sekarang pun, gue gak ambil pusing. meskipun ada terbersit kepikiran juga. malah. dalam interview kemarin, mereka bertiga kelabakan "mau nanya apa lagi" . dalam hati mereka (mungkin) bilang “mau ditanya apaan ya, klo gak tahu dia jawab gak tahu. Masak mesti dipaksa jawab…..”)

[-] hahahaaaa.........

[+] klo tr, cenderung ke materi-teknis lah, ordering, inventory finish good, copacking, suplier. intinya lebih cenderung teknis dan lebih ke marketing oriented. "meskipun cwo kecil, tapi klo ppic bisa mendobrak menjual lebih, itu akan lebih aman" kata dia. aku bantah lagi "saya siap sebagai ppic spv mensupport mati-matian kaum marketing, saya siap melayani marketing, hanya satu hal patut diingat, saya bukan babu marketing!" kataku.

[-] hihihiiiii........ betul betul. canggih jg loe

[+] saat ditanya sama tr "akan dibawa kemana ppic nantinya?" aku bilang "bargaining position lah yang aku targetkan. biarkan ppic punya taring. tak perlu disegani, hanya perlu diperhitungkan. itu sudah cukup. selama ini –ma’af ya, ini persepsi dan penilaian pribadi. jangan ditimbang benar atau salah, selaku- ppic hanya sebagai bak sampah. tempat bermuara kesalahan". saat bilang "bak sampah" pak dn sempet nyengir juga. aw apalagi, ketawa sampai kelihatan gigi. “begitu goal tercapai setinggi langit, ppic tak dilirik. sukses buat mereka. giliran ada los sale, ada bad stock dikit aja, ppic dauber”, tambahku.

[-] hahahaaa....... dah keluar duluan taring loe

[+] ini adalah interview terindah yang aku alami. karena tester sampai saling bertanya "aw mau tanya apa lagi?" kata tr. "ag, masih ada?" aw yang ditanya lempar ke tester lainnya. sampai akhirnya, pertanyaan tr soal teknis, "bagaimana cara ngitung....?". aku bilang "saya sudah baca di manual ppic, dan itu ada didalam buku itu. disamping tidak tahu, saya juga sudah lupa apa yang kemarin saya baca" jawabku sekenanya.

[-] wakakakakkkkk........ kyk artis aja gaya loe ngejawab.

[+] bukan soal kayak artis atau bukan, tapi, aku lebih memandang sebagi perang mental yang harus aku hadapi. dulu, waktu mau ujian skripsi, dosen yang akan aku hadapi (sayang sekali aku belum pernah sampai ujian ini, keburu drop out) paling cuma 2 dosen. 3 paling banter. lah ini, aku dihadapin pada 4 orang jenderal. ini interwiew apa penggodogan mental?

[-] :)

[+] dah mau makan?

[-] blm. ntar lg. kamu dah lapar ?

[+] tar, mau sholat dulu. intinya, interview kemarin, justru ajang bagiku untuk lempar uneg-uneg apa dan bagaimana ppic yang aku rasakan saat ini, dan bagaimana harapan yang aku inginkan. so, selama lebih satu jam -kalau tidak salah itung, aku masuk ruangan jam 4 kurang 10 menit dan keluar lagi 5 lewat 15. hampir satu jam setengah. selama itulah, aku di lempar kesna kemari oleh pertanyaan ke-empat tester. sedangkan pagi tadi, in aku tanyain cuma 40 menit.

[-] hhmm....... gt. trus kn ama af ?

[+] krn kan gak ikut test, ga datang. wah, gak nyimak nih. klo af dapet porsi paling dulu, jam setengah dua sampai jam setengah tiga-an. sekira satu jam-an lah.. lebih dikit. aku gak ngamatin, karena ngerjain laporan ulitization. mesti kelar selasa sore.

[-] yg gak ikut kan an.

[+] an sama kn. barusan dapet info klo kn tidak diperbolehkan sama atasan. kurang tahu atasan yang mana. udah jam 12, off dulu mau sholat. klo abis istirahat mau nyambung lagi, kontek aja.

[-] ok

Senin, 02 Februari 2009

edi - ejakulasi dini

panjang kenikmatan
tak lebih tiga centi
atau waktu
tak lebih dua menit

begitu ayam panggang kecap
selesai bibir berdecap
lepas mulut tenggorokan lewat
hilang rasa lezat
lenyap tak beraturan
jadi ampas

pun,
dengusan nafas
gelinjang kaki
cengkeraman birahi
lenyap seirama lenguhan
oh yes, oh no, o m g...

masih juga kau
hendak berpuas diri?